Dari Pikiran ke Perilaku: Psikolog UMY Ungkap Cara Mengelola Overthinking pada Mahasiswa

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Psikolog UMY, Ratih Ratnasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog,

Psikolog UMY, Ratih Ratnasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog,

JOGJAOKE.COM, Fenomena overthinking menjadi salah satu tantangan kesehatan mental yang semakin banyak dialami generasi muda, termasuk mahasiswa. Psikolog Direktorat Kemahasiswaan dan Karir Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ratih Ratnasari, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan seseorang untuk mengenali potensinya, menghadapi tekanan hidup, bekerja secara produktif, dan membangun hubungan sosial yang sehat.

Menurut Ratih, salah satu hambatan terbesar dalam menjaga kesehatan mental adalah kecenderungan berpikir berlebihan atau overthinking. Pikiran seperti “Bagaimana kalau gagal?”, “Apakah saya cukup baik?”, atau “Apa yang orang lain pikirkan tentang saya?” sering kali muncul dan memengaruhi kehidupan sehari-hari.

“Berpikir itu baik selama menghasilkan solusi. Namun, ketika pikiran justru membuat kita semakin cemas dan menghambat tindakan, di situlah overthinking mulai menjadi masalah,” jelasnya saat dimintai keterangan pada Rabu (03/06/2026).

Ratih menjelaskan bahwa overthinking merupakan pola pikir yang berulang, berlebihan, sulit dihentikan, dan umumnya berfokus pada kemungkinan-kemungkinan negatif. Gejalanya dapat berupa terus mengingat kesalahan masa lalu, membayangkan skenario terburuk, sulit tidur, hingga mengalami kelelahan emosional karena memikirkan hal yang sama secara berulang.

Ia menambahkan bahwa overthinking sering kali membentuk siklus negatif. Berawal dari suatu pemicu, seseorang kemudian memunculkan pikiran tertentu yang menghasilkan emosi negatif. Emosi tersebut pada akhirnya memengaruhi perilaku, seperti menunda pekerjaan, menghindari interaksi sosial, mencari validasi berlebihan di media sosial, hingga menarik diri dari lingkungan sekitar.

Dalam pemaparannya, Ratih juga mengenalkan konsep cognitive distortion atau distorsi kognitif, yakni kesalahan dalam cara berpikir yang membuat seseorang memercayai sesuatu yang belum tentu benar. Bentuknya dapat berupa catastrophizing (selalu membayangkan hal terburuk), all-or-nothing thinking (melihat segala sesuatu secara hitam-putih), mind reading (merasa mengetahui apa yang dipikirkan orang lain), hingga kecenderungan hanya berfokus pada sisi negatif suatu peristiwa.

“Sering kali yang membuat kita menderita bukan situasinya, tetapi cara kita menafsirkan situasi tersebut,” ungkapnya.

Ratih menjelaskan bahwa otak manusia secara alami memang lebih peka terhadap ancaman. Oleh karena itu, pikiran negatif cenderung lebih mudah muncul dan bertahan lebih lama. Semakin sering pola pikir tersebut diulang, semakin kuat pula jalur saraf yang terbentuk sehingga overthinking dapat berkembang menjadi kebiasaan otomatis.

Strategi Mengelola Overthinking

Meski demikian, Ratih menegaskan bahwa overthinking dapat dikelola. Salah satu teknik sederhana yang dapat dilakukan adalah brain dump, yaitu menuliskan seluruh isi pikiran ke dalam kertas tanpa sensor maupun penilaian. Teknik ini membantu mengurangi beban mental sekaligus membuat pikiran menjadi lebih terstruktur.

Selain itu, Ratih memperkenalkan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang mengajak seseorang untuk mengidentifikasi pemicu, mengenali pikiran otomatis yang muncul, mengevaluasi fakta yang mendukung maupun menyangkal pikiran tersebut, lalu memilih respons yang lebih rasional.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk mempraktikkan mindfulness, teknik grounding 5-4-3-2-1, berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, serta mencari bantuan profesional apabila diperlukan.

“Overthinking mungkin tidak bisa hilang sepenuhnya. Namun, kita bisa belajar mengenali pola pikir kita, memahami emosi yang muncul, dan meresponsnya dengan cara yang lebih sehat,” tutup Ratih.

Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa kesehatan mental bukan tentang menghilangkan seluruh pikiran negatif, melainkan tentang memiliki keterampilan untuk mengelola pikiran dan emosi sehingga tetap mampu menjalani kehidupan secara produktif, sehat, dan bermakna. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut
Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:41 WIB

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:37 WIB

Jawa Tengah

Ribuan Massa GPK Kepung Borobudur, Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:32 WIB

Yogyakarta

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:28 WIB