BUMKal Nyawiji Kembangkan 1.500 Baglog, Ketahanan Pangan Kian Kuat

Kamis, 4 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Pemerintah Kalurahan Condongcatur melalui BUMKal Nyawiji terus memperkuat program ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Kali ini, pengembangan budidaya jamur bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Rejeki di Padukuhan Pringwulung menjadi langkah nyata untuk meningkatkan ketersediaan pangan bergizi sekaligus mendukung ekonomi keluarga.

Pada Selasa (2/6/2026), Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama BUMKal Nyawiji melakukan penataan sebanyak 1.500 baglog jamur ke dalam kumbung yang telah disiapkan di kawasan Kebun KWT Sumber Rejeki.

Program tersebut merupakan kelanjutan kegiatan ketahanan pangan yang telah dimulai sejak 2025 dan kini memasuki tahun kedua pelaksanaannya.

Pengembangan budidaya jamur dipilih karena dinilai memiliki prospek menjanjikan.

Selain kaya nutrisi, jamur juga memiliki masa panen yang relatif cepat dan dapat dibudidayakan pada lahan terbatas.

“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi keluarga,” ujar salah satu pengurus program dalam kegiatan tersebut.

Melalui pendampingan intensif, anggota KWT mendapatkan pelatihan mulai dari persiapan dan sterilisasi kumbung, penataan baglog, perawatan media tanam, hingga teknik panen dan pascapanen yang higienis.

“Kami ingin anggota KWT memiliki kemampuan budidaya yang baik sekaligus memahami strategi pemasaran agar hasil panen memiliki nilai tambah,” jelasnya.

Antusiasme para anggota KWT terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, hasil panen jamur nantinya juga diharapkan dapat dipasarkan kepada warga sekitar, pelaku UMKM kuliner, hingga pasar lokal.

“Potensinya sangat besar karena kebutuhan bahan pangan sehat terus meningkat,” ungkap salah seorang anggota KWT.

Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dan BUMKal Nyawiji terhadap pengembangan budidaya jamur di wilayahnya.

“Kami berharap program budidaya jamur ini dapat menjadi contoh nyata penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat di tingkat padukuhan.

Selain mendukung pemenuhan gizi keluarga, kegiatan ini juga diharapkan mampu menambah pendapatan anggota KWT serta menumbuhkan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi warga,” katanya.

Usai penataan baglog, seluruh peserta mengikuti pertemuan koordinasi dan ramah tamah yang berlangsung hangat.

Kebersamaan semakin terasa melalui makan bersama menggunakan alas daun pisang sebagai simbol rasa syukur dan penguatan silaturahmi.

“Semoga hasil budidaya tahun ini lebih baik, produktivitas meningkat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Pringwulung,” tutup Sahid.

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB