Bukan Sekadar Festival, Winongo Art Festival Diproyeksikan Jadi Ikon Wisata Baru Yogyakarta

Minggu, 14 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKENEWS.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong penyelenggaraan Winongo Art Festival menjadi agenda tahunan sekaligus motor pengembangan kawasan bantaran Sungai Winongo sebagai destinasi wisata, budaya, dan ekonomi baru di Kota Yogyakarta.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat membuka Winongo Art Festival yang digelar di bantaran Sungai Winongo, Kampung Serangan, Kemantren Ngampilan, Sabtu (13/6/2026). Festival yang berlangsung di selatan Jembatan Serangan itu menampilkan pertunjukan seni budaya, bazar UMKM, aksi bersih sungai, serta penebaran benih ikan.

Wawan mengatakan sejak awal dirinya mengarahkan pelaksanaan festival digelar di kawasan bantaran sungai agar memiliki dampak yang lebih luas dibanding kegiatan yang selama ini terpusat di kantor kemantren.

Menurutnya, lokasi festival memiliki potensi strategis karena berada tidak jauh dari kawasan parkir wisata dan pusat akomodasi, sehingga dapat menarik kunjungan masyarakat maupun wisatawan.

“Di sini dekat dengan Taman Parkir Ngabean dan hotel. Jadi di sini bisa menjadi satu destinasi baru. Misalnya nanti ada pasar sore yang menjadi kegiatan rutin dan tujuan masyarakat maupun wisatawan,” kata Wawan.

Ia menilai pengembangan kawasan sungai berbasis seni budaya dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat menjadi model pemberdayaan wilayah. Selain memperkuat identitas budaya, konsep tersebut juga dinilai mampu mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sungai.

Wawan menegaskan target pemerintah adalah menjadikan Winongo Art Festival sebagai agenda tahunan yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

“Targetnya adalah menjadikan ini sebagai satu kegiatan tahunan. Bisa mengajak wisatawan untuk berhenti di sini,” ujarnya.

Di tengah tantangan ekonomi global, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga BBM nonsubsidi, Wawan juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung produk UMKM lokal sebagai bagian dari upaya menjaga perputaran ekonomi daerah.

“Kita ingin menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat tetap bisa bergerak. Semangat gotong royong dan dukungan terhadap UMKM menjadi kekuatan kita,” katanya.

Dukungan terhadap pengembangan kawasan bantaran Sungai Winongo juga datang dari Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Wisnu Sabdono Putro. Ia menilai kawasan tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata Kota Yogyakarta, terutama dengan keberadaan wisatawan yang datang melalui kawasan Taman Khusus Parkir Ngabean.

Wisnu menegaskan DPRD siap memberikan dukungan terhadap pengembangan kawasan Sungai Winongo selama dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

“Bagaimana Winongo Art ini bisa menjadi bagian dari wisata Kota Yogya dan meningkatkan kapasitas warga Serangan. Kalau ini mau digarap serius, mari kita garap serius Kali Winongo ini,” ujarnya.

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan, Anif Luhur Kurniawan, menjelaskan Winongo Art Festival merupakan hasil kolaborasi pemerintah, masyarakat, komunitas seni, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Anif, festival tersebut menjadi sarana untuk menampilkan potensi UMKM dan seni budaya yang dimiliki wilayah Ngampilan. Ke depan, kegiatan ini diharapkan berkembang menjadi ikon baru Kampung Serangan sekaligus pusat aktivitas ekonomi kreatif dan budaya di bantaran Sungai Winongo.

“Kami terus melakukan evaluasi dan inovasi agar kawasan Winongo dapat menjadi destinasi baru bagi kegiatan UMKM maupun gebyar budaya di Kemantren Ngampilan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai,” kata Anif.

Pengembangan kawasan Sungai Winongo melalui pendekatan budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menciptakan ruang publik produktif yang melibatkan partisipasi warga sekaligus memperkuat daya tarik wisata perkotaan. (Aga)

Berita Terkait

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terbaru