Bagas Di Balik Kamera Keraton, Kini Pergi Tinggalkan Duka Mendalam

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Tak banyak orang mengenal sosok Bagas Amar Maulana. Namun di lingkungan Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, nama itu begitu melekat.

Bagas bukan sekadar fotografer muda. Ia adalah sosok pekerja senyap di balik dokumentasi budaya Keraton yang penuh dedikasi.

Kini, kepergiannya bersama kedua orang tua dan adiknya saat tragedi kemping di Posong, Temanggung, meninggalkan luka mendalam bagi banyak orang.

Bagas mulai dikenal saat mengikuti program magang di Kawedanan Tandha Yekti pada tahun 2024. Dari situlah bakat fotografi pemuda tersebut mulai mencuri perhatian.

Rekan-rekannya menilai hasil jepretan Bagas punya karakter kuat.

“Cara Bagas menangkap momen itu berbeda. Detailnya hidup, penuh rasa, dan seperti punya cerita,” ujar salah satu rekan dokumentasi Keraton Yogyakarta.

Kemampuan itulah yang membuat Bagas dipercaya tetap bergabung setelah masa magangnya selesai. Ia kemudian menjadi fotografer lepas dan masuk tim inti dokumentasi bersama dua rekannya.

Di usianya yang masih muda, Bagas dinilai memiliki masa depan besar di dunia fotografi budaya.

“Dia cepat belajar, disiplin, dan hasil kerjanya selalu maksimal,” ungkap salah seorang kolega di Kawedanan Tandha Yekti.

Bukan hanya soal karya, kepribadian Bagas juga meninggalkan kesan mendalam. Sosoknya dikenal ringan tangan, mudah membantu, dan selalu membawa suasana hangat di lingkungan kerja.

“Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan,” tutur Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno.

Kepergian Bagas membuat keluarga besar Kawedanan Tandha Yekti merasa kehilangan besar. Bagi mereka, Bagas bukan hanya fotografer terbaik, melainkan juga sahabat dan keluarga sendiri.

Di balik foto-foto indah budaya Keraton Yogyakarta yang sering dinikmati publik, ada tangan dingin dan kerja keras anak muda seperti Bagas yang jarang diketahui banyak orang.

Kini, nama Bagas dikenang bukan hanya karena hasil karyanya, tetapi juga ketulusan pribadinya. Sosok yang bekerja diam-diam di balik layar itu justru meninggalkan jejak besar di hati banyak orang.

“Selamat jalan Bagas, karya dan kenanganmu akan selalu hidup di setiap cerita yang pernah kau abadikan,” ucap salah satu rekan sambil menahan haru.(waw)

Berita Terkait

Condongcatur Gaspol Digitalisasi, SIDES Percepat Layanan Publik Berbasis Data
Dosen FST UWM Digenjot Perkuat Reputasi Global Akademik Digital
Dukung Agenda Nasional, Wamen Ossy Tegaskan Pentingnya Progres KSPEAN di Papua Selatan
STAK Yogyakarta Apresiasi Polri, Bedah Rumah dan Bansos
Martadani Tantang Prodi Tunjukkan Inovasi Nyata Demi Keunggulan Fakultas
Sabrina Sapu Bersih TKAD, Raih Nilai Sempurna Berkat Ketekunan ‎
Di Era Medsos dan AI, Pers Profesional Tetap Jadi Pilar Informasi
‎Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus, Perkuat Kemandirian Ekonomi Bangsa

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:39 WIB

Condongcatur Gaspol Digitalisasi, SIDES Percepat Layanan Publik Berbasis Data

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:33 WIB

Dosen FST UWM Digenjot Perkuat Reputasi Global Akademik Digital

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:13 WIB

Dukung Agenda Nasional, Wamen Ossy Tegaskan Pentingnya Progres KSPEAN di Papua Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:45 WIB

STAK Yogyakarta Apresiasi Polri, Bedah Rumah dan Bansos

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:32 WIB

Martadani Tantang Prodi Tunjukkan Inovasi Nyata Demi Keunggulan Fakultas

Berita Terbaru