JOGJAOKE.COM, Kulon Progo — Tanaman kemukus selama ini menjadi salah satu komoditas yang menyimpan potensi ekonomi bagi masyarakat di kawasan perbukitan Kulon Progo. Namun di tingkat budidaya, para petani masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait penopang tanaman yang menentukan kestabilan batang sekaligus memengaruhi produktivitas hasil.
Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Kelompok 78 menggelar kegiatan pemberdayaan petani di Padukuhan Tulangan, Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan inovasi media tanam berupa ajir hybrid sebagai alternatif penopang tanaman kemukus.
Sebanyak 12 petani dan warga setempat mengikuti kegiatan yang berfokus pada pengenalan teknik budidaya yang dinilai lebih efektif dan mudah diterapkan di lapangan.
Dalam pemaparan yang disampaikan mahasiswa KKN, ajir berfungsi sebagai penopang utama tanaman kemukus agar dapat tumbuh tegak dan stabil. Sementara itu, konsep ajir hybrid mengombinasikan beberapa jenis bahan ajir sehingga penopang tanaman menjadi lebih kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan.
Kegiatan tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga praktik pembuatan ajir hybrid bersama para petani. Melalui praktik tersebut, peserta dapat langsung mempelajari cara merakit penopang tanaman yang lebih kokoh sekaligus menyesuaikannya dengan kondisi lahan di wilayah perbukitan.
Diskusi juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para petani berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi saat membudidayakan kemukus, mulai dari pertumbuhan tanaman hingga cara menjaga kestabilan batang agar tidak mudah roboh.
Untuk memperkaya materi, kegiatan ini menghadirkan Mas Heri, Ketua Desa Wisata Widosari, sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa tanaman kemukus memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan apabila didukung teknik budidaya yang tepat.
Menurutnya, inovasi sederhana seperti penggunaan ajir hybrid dapat menjadi langkah awal untuk membantu petani meningkatkan kualitas pertumbuhan tanaman sekaligus menjaga keberlanjutan komoditas tersebut.
Melalui penerapan metode ini, tanaman kemukus diharapkan memiliki penopang yang lebih kuat sehingga mampu tumbuh lebih optimal. Selain relatif mudah diterapkan, teknik ajir hybrid juga dapat menjadi alternatif bagi petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat desa sekaligus ruang belajar langsung untuk memahami persoalan dan potensi pertanian di tingkat akar rumput. Sementara bagi petani, pertukaran pengetahuan tersebut membuka peluang hadirnya inovasi budidaya yang lebih adaptif dengan kondisi lokal. (aga/ihd)






