Abdul Aziz: Media Punya Peran Besar dalam Kemenangan PKS di Jakarta

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JAKARTA – Silaturahim Anggota Dewan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Abdul Aziz Adwani, bersama sejumlah jurnalis di kawasan Jalan KS Tubun, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (15/5), berlangsung hangat dan penuh diskusi mengenai pentingnya sinergi antara legislatif dan media.

Menurut Abdul Aziz, jurnalis dan anggota dewan memiliki fungsi yang hampir sama, yakni menjalankan kontrol sosial terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Sebetulnya tugas dan fungsi jurnalis dengan anggota dewan itu sama, yaitu menjalankan fungsi kontrol atau pengawasan. Bedanya, anggota dewan berada di dalam gedung parlemen, sementara jurnalis berada di luar. Karena itu harus saling bersinergi, saling mendukung, dan bertukar informasi agar semua persoalan tetap ter-update,” ujarnya.

Legislator PKS lulusan Universitas Indonesia jurusan Fisika itu menilai jurnalis dan anggota dewan sama-sama merupakan pelayan masyarakat. Menurutnya, keberadaan anggota dewan tidak akan maksimal tanpa dukungan media.

“Tidak semua persoalan bisa selesai di dewan. Kadang kita juga perlu memviralkan sebuah isu. Setelah viral, kemudian diangkat lagi di dewan. Ibarat bermain sepak bola, saling mengoper bola. Karena itu perlu sinergi dan kolaborasi,” katanya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi para jurnalis dalam menjalankan tugas meski memiliki risiko yang besar.

“Saya melihat selama ini kerja-kerja jurnalis luar biasa. Risikonya besar, tetapi tetap konsisten. Orang yang ingin menjadi jurnalis harus punya ideologi yang kuat. Kalau tidak, berpotensi hanya menjadi buzzer,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Aziz juga mengenang kemenangan PKS di Jakarta pada 2004 dan lahirnya kebijakan sekolah gratis yang mulai diterapkan pada 2006.

“PKS tidak bisa besar seperti sekarang di Jakarta tanpa peran teman-teman jurnalis. Kita menang di DKI Jakarta juga tidak terlepas dari peran media yang mengekspos berbagai kegiatan PKS,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah memperoleh kemenangan politik di Jakarta, PKS ingin membalas kepercayaan masyarakat dengan menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.

Saat itu, PKS melakukan survei untuk mengetahui persoalan paling berat yang dihadapi masyarakat Jakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa biaya pendidikan menjadi beban utama warga.

“Akhirnya PKS memutuskan mengambil kebijakan menggratiskan sekolah. Tokohnya saat itu almarhum Bang Dani Anwar. Bersama Kang Aher dan tokoh lainnya, konsep itu dimatangkan,” jelasnya.

Menurut Abdul Aziz, ide sekolah gratis sempat ditertawakan oleh partai-partai lain karena dianggap mustahil secara anggaran.

“Waktu itu ada yang bilang, ‘Yang benar saja, pendidikan mau digratiskan? Duitnya dari mana?’ Tetapi PKS mulai menyusun ulang anggaran sedikit demi sedikit hingga akhirnya terkumpul,” katanya.

Gelombang pertama sekolah gratis dimulai dari SD Negeri pada 2006. Kebijakan tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat karena banyak anak yang sebelumnya putus sekolah akhirnya bisa kembali belajar.

“Bahkan ada yang usianya sudah tidak muda lagi tetapi kembali sekolah karena sebelumnya belum lulus SD,” kenangnya.

Keberhasilan program tersebut kemudian menjadi perhatian nasional dan dijadikan rujukan oleh banyak DPRD di daerah lain.

“Banyak daerah datang belajar ke Jakarta bagaimana caranya menggratiskan sekolah. Strategi PKS ini kemudian ditiru di berbagai daerah,” ujarnya.

Setelah SD Negeri gratis, kebijakan itu dilanjutkan dengan penggratisan SMP Negeri dua tahun kemudian dan SMA Negeri pada tahun berikutnya. Pada 2009, seluruh jenjang sekolah negeri di Jakarta telah gratis.

“Nah, waktu itu target kami kalau menang lagi di 2009, kuliah juga akan dibuat gratis. Tetapi suara PKS turun sehingga tidak lagi menjadi pimpinan. Meski begitu, kenangan dan kebijakannya masih dirasakan sampai sekarang,” kata Abdul Aziz.

Ia pun berharap kepercayaan masyarakat Jakarta kepada PKS saat ini dapat kembali melahirkan berbagai kebijakan populis yang berpihak kepada rakyat.

“Sekarang masyarakat Jakarta kembali mempercayakan amanahnya kepada PKS untuk kedua kalinya. Terobosan apa lagi yang akan lahir untuk warga Jakarta, kita tunggu bersama,” pungkasnya.

Reportase: Denis

Berita Terkait

Kerukunan Sosial sebagai Pilar Peradaban dan Persatuan Indonesia
Premanisme Birokrasi Disebut Ancam Pelayanan Publik dan Penegakan Hukum
KP MBG Dorong Pemerintah Audit Keselamatan Kerja Program MBG Secara Menyeluruh
Riot Games dan Kementerian Ekraf Bahas Pengembangan Esports Indonesia hingga Level Global
Antara Satir dan Fakta: Membaca Viralitas Video “Pesta Babi” Papua
Indonesia Kirim Tim Terbaik ke ISTAF Sepaktakraw World Cup 2026, Bidik Emas di Kuala Lumpur
Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan Hadapi Transformasi Kerja 2026
10 Fotografer Profesional Raih Sertifikat Kompetensi dari Kementerian Ekraf dan BNSP

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 09:36 WIB

Kerukunan Sosial sebagai Pilar Peradaban dan Persatuan Indonesia

Senin, 18 Mei 2026 - 09:24 WIB

Premanisme Birokrasi Disebut Ancam Pelayanan Publik dan Penegakan Hukum

Senin, 18 Mei 2026 - 08:18 WIB

KP MBG Dorong Pemerintah Audit Keselamatan Kerja Program MBG Secara Menyeluruh

Senin, 18 Mei 2026 - 08:03 WIB

Abdul Aziz: Media Punya Peran Besar dalam Kemenangan PKS di Jakarta

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:32 WIB

Riot Games dan Kementerian Ekraf Bahas Pengembangan Esports Indonesia hingga Level Global

Berita Terbaru