Pemda DIY Dorong Kampus Bantu Mahasiswa Korban Banjir Sumatera–Aceh

Senin, 15 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Dok Pemda DIY)

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (Dok Pemda DIY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta perguruan tinggi di DIY memberikan keringanan kepada mahasiswa yang terdampak banjir di sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh. Permintaan itu dimaksudkan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang selama ini menjadi tradisi Yogyakarta.

Sri Sultan menuturkan, Pemerintah DIY telah berkomunikasi dengan berbagai kampus untuk mendata mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana. Pendataan diperlukan agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Kami sudah kontak kampus-kampus di Jogja. Kalau ada keluarga di Sumatera yang punya anak kuliah di Jogja, mohon nama-namanya bisa disampaikan,” kata Sri Sultan di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Selasa (9/12/2025).

Menurut Sri Sultan, DIY memiliki tradisi panjang membantu mahasiswa yang berasal dari daerah bencana. Dalam kondisi darurat, banyak orang tua mahasiswa kehilangan sumber penghasilan sehingga tidak lagi mampu mengirim biaya hidup maupun biaya pendidikan anak-anak mereka yang sedang menempuh studi di Yogyakarta.

“Secara tradisi, Jogja mesti membantu mahasiswa yang kebetulan di daerah asalnya terjadi bencana. Selama ini selalu kita lakukan,” ujarnya.

Bentuk bantuan yang diharapkan antara lain keringanan biaya kuliah serta dukungan biaya hidup. Sri Sultan menjelaskan, bantuan biaya hidup umumnya diberikan hingga delapan bulan dan dapat diperpanjang apabila mahasiswa masih menghadapi persoalan serius akibat dampak bencana.

“Biaya kuliahnya kita ringankan, lalu living cost. Biasanya delapan bulan, tetapi kalau belum pulih dan masih banyak masalah, bisa diteruskan,” katanya.

Sejumlah perguruan tinggi di DIY merespons cepat permintaan tersebut dengan menyiapkan berbagai skema bantuan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), misalnya, memberikan pembebasan SPP minimal satu semester bagi mahasiswa terdampak. Bahkan, pembebasan biaya hingga lulus dimungkinkan apabila dampak bencana dinilai sangat berat.

“Jika kondisinya parah –orang tua kehilangan penghasilan, rumah hilang, atau lahan rusak– minimal satu semester gratis. Dalam kasus tertentu bisa sampai selesai kuliah,” ujar Rektor UMY Achmad Nurmandi.

Universitas Islam Indonesia (UII) menyalurkan bantuan berlapis, mulai dari bantuan biaya hidup hingga pembebasan SPP sampai lulus bagi kategori sangat berat. Skema bantuan mencakup bebas SPP hingga lulus dengan masa studi normal, bantuan biaya hidup Rp 400.000 per bulan selama tiga bulan untuk kategori sangat berat, serta Rp 300.000 per bulan selama tiga bulan bagi kategori berat. Selain itu, UII membebaskan SPP satu tahun untuk kategori berat serta biaya studi lainnya.

Universitas Gadjah Mada (UGM) menyiapkan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada semester mendatang serta pembebasan sejumlah biaya di luar UKT. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) masih melakukan pendataan mahasiswa terdampak untuk menyiapkan skema bantuan yang sesuai.

UPN Veteran Yogyakarta membebaskan UKT Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 bagi mahasiswa terdampak. UIN Sunan Kalijaga memberikan keringanan UKT semester mendatang disertai bantuan biaya lain di luar UKT.

Bantuan juga disalurkan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berupa keringanan biaya kuliah Rp 2,5 juta dan kupon makan bagi 96 mahasiswa terdampak. Universitas ’Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta memberikan bantuan biaya hidup serta dukungan peralatan penelitian bagi mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir.

Sementara itu, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menyiapkan mekanisme keringanan biaya pendidikan, termasuk opsi cicilan sesuai kondisi mahasiswa. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menjalankan Program Penanganan Kebencanaan melalui pendataan mahasiswa, pendampingan berkelanjutan, layanan konseling, serta dukungan beasiswa dan penggalangan dana yang disalurkan secara transparan.

Langkah kolektif perguruan tinggi di DIY ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan studi mahasiswa yang keluarganya terdampak banjir, sekaligus meneguhkan Yogyakarta sebagai kota pendidikan yang menjunjung tinggi nilai solidaritas dan kemanusiaan. (ihd)

Berita Terkait

DIY Siapkan Embarkasi Haji YIA, Layanan Berbasis Hotel Pertama di Indonesia
Jalan Malioboro Menuju Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026
DIY Lacak 6.360 Kasus TBC, Skrining Keluarga Jadi Prioritas Pencegahan
Ganti Rugi Lahan JJLS Garongan–Congot Dibayar Bertahap, Target Rampung 2027–2028
Sri Sultan Dorong Kolaborasi Pariwisata DIY, InJourney Perkuat Peran UMKM
Sri Sultan: Pers Diuji Keteguhan Etika di Era Pasca-Kebenaran
Pemda DIY Perluas Akses Sertifikasi Halal untuk Dongkrak Daya Saing UMKM
Eko Suwanto Usul Anggaran Stunting di Jogja Naik, Tiap Kalurahan Rp120 Juta
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:13 WIB

DIY Siapkan Embarkasi Haji YIA, Layanan Berbasis Hotel Pertama di Indonesia

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:41 WIB

Jalan Malioboro Menuju Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:17 WIB

DIY Lacak 6.360 Kasus TBC, Skrining Keluarga Jadi Prioritas Pencegahan

Senin, 2 Februari 2026 - 18:20 WIB

Ganti Rugi Lahan JJLS Garongan–Congot Dibayar Bertahap, Target Rampung 2027–2028

Senin, 26 Januari 2026 - 20:32 WIB

Sri Sultan Dorong Kolaborasi Pariwisata DIY, InJourney Perkuat Peran UMKM

Berita Terbaru