Pemda DIY Stop Bansos 7.001 Keluarga Penerima Manfaat, Indikasi Judi Online

Selasa, 25 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih (Pemda DIY)

Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih (Pemda DIY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah DIY menghentikan sementara penyaluran bantuan sosial bagi 7.001 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi melakukan transaksi terkait judi online. Langkah tegas ini diambil sebagai bagian dari verifikasi ulang untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan.

Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih menjelaskan, keputusan tersebut berangkat dari arahan Kementerian Sosial dan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Temuan itu menunjukkan adanya keterhubungan antara data identitas penerima bantuan dan aktivitas transaksi mencurigakan.

“Ini kita hentikan sementara sambil memberi kesempatan masyarakat untuk menjelaskan. Benar nggak mereka ‘judol’, kan begitu,” kata Endang.

Penghentian mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) serta bantuan tambahan seperti Bantuan Langsung Sementara (BLTS) yang bernilai Rp300.000 per bulan. Verifikasi dilakukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor rekening penerima.

Endang menegaskan, kebijakan ini berlaku untuk keseluruhan anggota keluarga. “Misalkan PKH yang menerima itu istri, tapi yang judi suami atau anak, tetap terhenti. Karena PKH itu untuk keluarga,” ujarnya.

Meski langkah ini bersifat ketat, Pemda DIY tetap membuka ruang klarifikasi. Dinas Sosial kabupaten/kota diminta segera menginformasikan kebijakan tersebut kepada penerima. “Jika ada yang komplain, mereka bisa menjelaskan. Kalau tidak ada klarifikasi, maka dianggap temuan PPATK benar,” katanya.

Endang menekankan bahwa Bansos dimaksudkan sebagai jaring pengaman sosial, bukan untuk membiayai aktivitas yang melanggar hukum. “Masa kita pemerintah ini membantu untuk dia judi? Itu kan tidak benar,” ungkapnya.

Pemda DIY bersama berbagai pemangku kepentingan kini memperkuat sosialisasi dan pembaruan data agar Bansos lebih tepat sasaran. Endang berharap momentum ini dapat mendorong perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat. “Bansos itu penting, tapi buat yang benar-benar perlu,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

DIY Siapkan Embarkasi Haji YIA, Layanan Berbasis Hotel Pertama di Indonesia
Jalan Malioboro Menuju Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026
DIY Lacak 6.360 Kasus TBC, Skrining Keluarga Jadi Prioritas Pencegahan
Ganti Rugi Lahan JJLS Garongan–Congot Dibayar Bertahap, Target Rampung 2027–2028
Sri Sultan Dorong Kolaborasi Pariwisata DIY, InJourney Perkuat Peran UMKM
Sri Sultan: Pers Diuji Keteguhan Etika di Era Pasca-Kebenaran
Pemda DIY Perluas Akses Sertifikasi Halal untuk Dongkrak Daya Saing UMKM
Eko Suwanto Usul Anggaran Stunting di Jogja Naik, Tiap Kalurahan Rp120 Juta

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:13 WIB

DIY Siapkan Embarkasi Haji YIA, Layanan Berbasis Hotel Pertama di Indonesia

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:41 WIB

Jalan Malioboro Menuju Kawasan Pedestrian Penuh pada 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:17 WIB

DIY Lacak 6.360 Kasus TBC, Skrining Keluarga Jadi Prioritas Pencegahan

Senin, 2 Februari 2026 - 18:20 WIB

Ganti Rugi Lahan JJLS Garongan–Congot Dibayar Bertahap, Target Rampung 2027–2028

Senin, 26 Januari 2026 - 20:32 WIB

Sri Sultan Dorong Kolaborasi Pariwisata DIY, InJourney Perkuat Peran UMKM

Berita Terbaru