JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan langkah penataan transportasi roda tiga dengan mengonversi becak motor (bentor) menjadi becak listrik. Sebanyak 1.000 unit bentor ditargetkan mengikuti program tersebut, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 10 miliar yang diusulkan masuk pembahasan alokasi 2026.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa program konversi ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan tanpa menghilangkan nilai tradisional becak sebagai ikon kota. “Kami mengusulkan kurang lebih Rp 10 miliar, mudah-mudahan disetujui semua pihak,” ujar Hasto di Yogyakarta, Selasa (18/11/2025).
Menurut Hasto, dana tersebut akan diberikan dalam bentuk hibah untuk membantu pemilik bentor mengganti mesin berbahan bakar minyak menjadi penggerak bertenaga listrik. Usulan awal mencakup 1.000 unit, seiring besarnya komunitas pengemudi bentor di kota ini.
Ia menjelaskan, skema pembiayaan memungkinkan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Keistimewaan (Danais). Pembahasan bersama pihak terkait, termasuk legislatif, direncanakan berlangsung pada 2026. “Bisa APBD, tapi sumbernya juga dapat dari Dana Keistimewaan. Nanti baru dirembug pada 2026,” kata Hasto.
Hasto menegaskan bahwa perubahan sistem penggerak menjadi listrik tidak akan mengurangi karakter becak sebagai transportasi tradisional. Pemerintah berharap langkah ini dapat memperbaiki kualitas udara, meningkatkan kenyamanan transportasi, sekaligus memberi kepastian bagi para pengemudi bentor di masa mendatang. (ihd)






