Kemendagri dan Pemkab Pegunungan Arfak Sepakati Koordinasi Lanjutan Soal Usulan Pemekaran Desa

Rabu, 20 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan, usulan pemekaran desa sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, harus tetap mengikuti aturan perundang-undangan. Hal ini disampaikan Ribka saat menerima audiensi Bupati Pegunungan Arfak Dominggus Saiba di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Rabu (20/8/2025).

Ribka menjelaskan, Kemendagri berkomitmen menindaklanjuti aspirasi yang berasal dari daerah. Kemendagri akan memproses setiap usulan pemekaran desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Penataan Desa.

“Apa yang menjadi tanggung jawab Kementerian Dalam Negeri, apa yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak, kita berembuk bersama-sama, karena ini secara hierarki itu dari kabupaten kemudian harus naik ke provinsi ada syarat-syarat yang harus diikuti,” katanya.

Ia menambahkan, verifikasi penting dilakukan karena pemberian kode desa berhubungan dengan berbagai aspek, mulai dari administrasi kependudukan hingga penataan wilayah. Kemendagri akan berhati-hati dalam bekerja, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat tetap terakomodasi.

Ia menambahkan, Kemendagri juga akan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan historis terkait 203 desa yang diusulkan untuk dimekarkan. Proses verifikasi ini penting, karena menyangkut tata kelola pemerintahan sekaligus pelayanan publik kepada masyarakat.

“Tim kami, Kementerian Dalam Negeri ini sudah punya tupoksinya. Jadi mudah-mudahan, kami harapkan nanti para direktur yang mewakili para Dirjen yang akan menyampaikan duduk persoalan ini. Apakah sudah pernah terdaftar atau belum, atau ada yang baru atau ada yang lama, kemudian nanti diverifikasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, tim dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) telah melakukan klarifikasi lapangan di sejumlah lokasi. Hasil pengecekan menunjukkan sebagian persyaratan telah terpenuhi, meski masih ada beberapa catatan administratif yang perlu dilengkapi.

Dengan adanya audiensi ini, Kemendagri dan Pemerintah Kabupaten Pegunungan Arfak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi sehingga aspirasi masyarakat dapat diwujudkan sesuai regulasi yang berlaku.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Lapas Kelas IIA Serang Dorong Sportivitas Lewat Gelaran Porsenap
Diadili di PN Jakarta Utara, Saksi Bongkar Dugaan Pemukulan oleh Terdakwa Rohana
Berkah Doa Ibu, Bisnis Kuliner Aldi Taher Makin Berkembang dengan Cabang Kedua
AHY Perkuat Gerakan Langit Biru dengan Penyaluran 80 Ribu Liter Air Bersih di Madura
Wamendagri Minta Kepala Daerah Perkuat Gerakan Penghijauan Berkelanjutan
Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG, Wamendagri Nilai Penanganan Pemkab Jayapura Berjalan Maksimal
Terima Opini WTP, Menko AHY Ingatkan Fokus pada Pelayanan dan Dampak bagi Rakyat
Developer Bintaro Plaza Residences Dinilai Belum Penuhi Komitmen Pasca Mediasi

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Lapas Kelas IIA Serang Dorong Sportivitas Lewat Gelaran Porsenap

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Diadili di PN Jakarta Utara, Saksi Bongkar Dugaan Pemukulan oleh Terdakwa Rohana

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Berkah Doa Ibu, Bisnis Kuliner Aldi Taher Makin Berkembang dengan Cabang Kedua

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:38 WIB

AHY Perkuat Gerakan Langit Biru dengan Penyaluran 80 Ribu Liter Air Bersih di Madura

Jumat, 7 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Wamendagri Minta Kepala Daerah Perkuat Gerakan Penghijauan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Yogyakarta

Hasto Tekankan Trisakti Saat Pimpin Semangat Marhaenis Jogja

Sabtu, 8 Agu 2026 - 13:09 WIB