‘Jogja Zero Gepeng’, Petugas Temukan Gelandangan Menyamar Juru Kunci Makam

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satpol PP mengamankan seorang pengemis dalam operasi Jogja Zero Gepeng. (Dok Pemkot)

Petugas Satpol PP mengamankan seorang pengemis dalam operasi Jogja Zero Gepeng. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta menggencarkan program Jogja Zero Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) dengan menertibkan sejumlah titik yang selama ini luput dari pengawasan. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran penertiban adalah kompleks Makam Purbo Kusumanegara.

Dalam operasi tersebut, petugas Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta menemukan seorang gelandangan yang menyamar sebagai juru kunci makam.

“Saat penertiban di Makam Purbo Kusumanegara, kami menemukan warga Sleman yang mengaku sebagai juru kunci, tetapi tidak bisa menunjukkan surat penugasan atau bukti apa pun,” ujar Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Erva Wifata, Senin (13/10/2025).

Menurut Erva, warga tersebut kemudian bersedia untuk tidak lagi bermalam di area makam dan hanya berada di lokasi pada siang hari.

Selain menemukan gelandangan yang menyamar, petugas juga mendapati seorang ibu dan anak yang tinggal di kawasan makam.

Dari pengakuannya, keluarga tersebut sebelumnya memiliki rumah di kawasan Sayidan, tetapi terpaksa dijual karena alasan ekonomi.

“Mereka sempat mengontrak rumah, namun karena kesulitan finansial akhirnya memilih tinggal di area makam,” kata Erva.

Penertiban ini merupakan bagian dari langkah Pemkot Yogyakarta untuk menata kembali kawasan publik dan mengurangi jumlah gelandangan serta pengemis di wilayah kota.

Program Jogja Zero Gepeng menargetkan penanganan menyeluruh, mulai dari rehabilitasi sosial hingga pemberdayaan ekonomi bagi warga yang terdampak. (ihd)

Berita Terkait

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting
WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah
Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia
Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 
Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda
Pemkot Yogya Batasi BBM Kendaraan Dinas, Anggaran Diproyeksikan Hemat hingga Rp4,7 Miliar
Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WIB

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting

Jumat, 10 April 2026 - 16:32 WIB

WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Selasa, 7 April 2026 - 21:24 WIB

Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia

Jumat, 3 April 2026 - 17:02 WIB

Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 

Kamis, 2 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda

Berita Terbaru