JOGJAOKE.COM, Pekanbaru — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat kolaborasi dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) melalui transformasi skema kerja sama Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Terantam, Kabupaten Kampar, Riau.
Transformasi dari skema Kerja Sama Operasi (KSO) menjadi Fasilitasi Industri ini menandai komitmen PalmCo dalam mendukung target Net Zero Emission Indonesia 2060, sekaligus memperkuat sinergi riset dan industri untuk pemanfaatan limbah cair kelapa sawit (palm oil mill effluent / POME).
Direktur Strategy and Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menjelaskan bahwa proyek PLTBg Terantam menjadi contoh nyata bagaimana limbah sawit dapat diubah menjadi sumber energi bersih. “Pemanfaatan POME tidak hanya mengurangi emisi gas metana, tetapi juga menciptakan ekonomi sirkular dan mempercepat transisi energi hijau,” ujarnya.
PLTBg Terantam yang beroperasi sejak 2020 mampu menghasilkan listrik hingga 700 KVA, dan kini menjadi model kolaborasi antara BUMN dan lembaga riset nasional. Skema baru ini memungkinkan PalmCo mengoperasikan fasilitas untuk kebutuhan listrik internal, riset bersama, serta pengembangan bisnis biogas.
Plt. Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Indriyani, menyebut kerja sama ini sebagai bukti nyata riset terapan yang memberi dampak langsung bagi industri. “Riset tidak berhenti di laboratorium. Melalui sinergi ini, kita mendorong industri sawit menuju arah yang lebih hijau dan berkelanjutan,” katanya.
Dengan langkah ini, PalmCo dan BRIN menegaskan komitmen bersama dalam membangun ekosistem energi bersih nasional, menjadikan PLTBg Terantam sebagai percontohan pengelolaan limbah sawit berdaya saing dan ramah lingkungan.(*)






