Viral Pungutan Liar Alun-Alun Kidul, Bolosego Hentikan Operasional Food Truck

Jumat, 18 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Viral di media sosial, Bolosego membatalkan jualan food truck di Alun-Alun Kidul setelah mengaku menghadapi sejumlah permintaan pembayaran tambahan selama berjualan di sana.

Pemilik Bolosego, Dyah Laily Fardisa, mengaku keputusan itu diambil setelah usaha hanya beroperasi satu hari pada 16 September 2026 di lokasi itu saja.

Padahal, menurut Dyah, Bolosego telah menempuh jalur birokrasi resmi dan mengantongi izin Keraton Yogyakarta untuk berjualan di kawasan tersebut secara resmi Alun-Alun Kidul.

Dyah mengungkapkan, persoalan bermula ketika pihaknya diminta membayar parkir food truck sebesar Rp2,5 juta per hari kepada pengelola setempat di sana di Alkid.

Setelah bernegosiasi, nominal tersebut disebut turun menjadi Rp1 juta per hari, atau mencapai Rp5 juta untuk rencana berjualan selama lima hari pada awalnya.

“Apa disebut le ora pungli, kita bayar parkir Rp1 juta per hari, total Rp5 juta itu saja,” kata Dyah setelah proses negosiasi berlangsung.

Menurut Dyah, permintaan awal Rp2,5 juta per hari berarti biaya parkir lima hari mencapai Rp12,5 juta sebelum akhirnya dinegosiasikan kembali dengan pihak setempat.

“Tadinya tukang parkir minta berapa? Rp2,5 juta per hari, jadinya Rp12,5 juta lima hari,” paparnya dalam video yang beredar, diunggah ke media sosial.

Selain parkir, Dyah mengaku diminta menyediakan makanan untuk sekitar 10 orang yang disebutnya sebagai tukang parkir di lokasi tersebut pada hari pertama berjualan.

Ia juga mengaku menerima permintaan menyediakan makanan bagi tiga orang yang disebut sebagai polisi dalam percakapan tersebut melalui telepon sebelumnya menurut pengakuannya tersebut.

“Kita ditelepon juga oleh pihak kepolisian, Mas, ini saya kirimkan tiga polisi, tolong dirumat makannya,” ujar Dyah dalam keterangannya dalam video tersebut itu.

‎Dyah kemudian menyebut muncul permintaan tambahan terkait kebutuhan listrik untuk operasional food truck selama berada di kawasan Alun-Alun Kidul tersebut untuk kegiatan jualan.

“Kita ada kebutuhan nyolokin listrik, bikin nasi segala macam, disitu gak dikasih,” ungkap Dyah dalam keterangannya kepada publik saat berjualan di lokasi tersebut.

Menurut Dyah, rangkaian permintaan tersebut membuat perhitungan usaha semakin berat, sehingga Bolosego memilih menghentikan rencana berjualan sampai 20 September 2026 selama lima hari.

“Akhirnya kita memutuskan udah gak usah lanjut aja jualan di Alun-Alun Kidulnya,” kata Dyah menegaskan keputusan tersebut kepada publik setelah evaluasi di lapangan.

Dyah menilai Bolosego tidak ingin memfasilitasi pungutan yang menurut pengakuannya berada di luar kesepakatan resmi perizinan lokasi tersebut saat berjualan di kawasan tersebut.

“Bolosego tidak mau memfasilitasi pungli,” tandas Dyah, setelah memutuskan menghentikan operasional food truck di Alun-Alun Kidul Yogyakarta tersebut setelah mempertimbangkan kondisi lapangan.

Tanggapan Keraton Yogyakarta

Keraton Yogyakarta kemudian memberikan tanggapan resmi melalui Penghageng Kawedanan Hageng Panitrapura, GKR Condrokirono, terkait polemik yang berkembang luas tersebut dalam siaran pers Jumat.

‎Keraton menegaskan telah memberikan izin kegiatan food truck tersebut sesuai ketentuan yang berlaku, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers tertulis resmi kepada pihak Bolosego.

‎“Pihak Keraton Yogyakarta telah memberikan izin untuk kegiatan food truck tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar GKR Condrokirono dalam siaran pers tersebut.

‎“Pembayaran parkir serta permintaan lain bukan merupakan bagian dari proses perizinan maupun pungutan yang ditetapkan pihak Keraton Yogyakarta,” tegasnya, sembari berharap ditindaklanjuti segera.

Keraton juga menyayangkan situasi yang dialami Bolosego dan berharap hal-hal di luar proses perizinan ditindaklanjuti pihak berwenang agar tidak kembali terjadi.(waw)

Berita Terkait

KKN LeX UMY Dorong Inovasi Produk Lokal Hargorejo melalui Design Thinking
Bukan Sekadar Infrastruktur, Fondasi Non-Fisik Dorong Ekosistem Berkelanjutan UMY
Solar Panel hingga Rumah Sampah Mandiri, Wajah Fisik Kampus Berkelanjutan UMY
UMY Peringkat 12 Nasional UI GreenMetric 2026, Terbaik di Kategori PTKIS
Pangdam Tutup Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 Yogyakarta
Dokter Hewan Hadapi Dilema Emergency: Cepat Bertindak, Tetap Perhatikan Hukum
APMD Tuntaskan KKN 117 Mahasiswa, Bergaul hingga Berdesa Semin
Alun-Alun Utara Bikin Geger, Penjemput Anak Sekolah Ditagih Parkir

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:25 WIB

KKN LeX UMY Dorong Inovasi Produk Lokal Hargorejo melalui Design Thinking

Sabtu, 19 September 2026 - 19:13 WIB

Bukan Sekadar Infrastruktur, Fondasi Non-Fisik Dorong Ekosistem Berkelanjutan UMY

Sabtu, 19 September 2026 - 19:07 WIB

Solar Panel hingga Rumah Sampah Mandiri, Wajah Fisik Kampus Berkelanjutan UMY

Sabtu, 19 September 2026 - 19:03 WIB

UMY Peringkat 12 Nasional UI GreenMetric 2026, Terbaik di Kategori PTKIS

Sabtu, 19 September 2026 - 18:45 WIB

Pangdam Tutup Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 Yogyakarta

Berita Terbaru