JOGJAOKE.COM, JOGJA – Open Tournament Panjat Tebing Piala Panglima TNI 2026 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian pertandingan berlangsung di Stadion Mandala Krida Sabtu sore.
Penutupan kejuaraan digelar Sabtu (19/9/2026), dengan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat memimpin upacara sekaligus membacakan amanat Panglima TNI di Yogyakarta langsung.
Kejuaraan tersebut diselenggarakan
Korem 072/Pamungkas mengusung tema Prestasi Olahraga TNI, Prestasi Olahraga Indonesia sebagai semangat pembinaan atlet muda dari berbagai daerah Indonesia tersebut.
Dalam amanatnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan apresiasi kepada atlet, prajurit, anggota Polri, panitia, dan seluruh pihak terkait yang berkontribusi bersama.
“Tak ada jalan lunak dalam meraih prestasi, dan tak ada jalan mudah meraih harapan,” pesan Panglima TNI dalam amanat penutupan kejuaraan tersebut Panglima.
Pesan tersebut menegaskan bahwa prestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang, kerja keras, disiplin, ketekunan, dan latihan konsisten setiap waktu berkelanjutan.
Atlet yang belum meraih podium juga diminta menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas latihan berikutnya secara serius konsisten.
“Jadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan kualitas latihan,” demikian pesan Panglima TNI kepada para atlet usai pertandingan berlangsung berikutnya.
Open Tournament ini tidak sekadar menghadirkan persaingan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan olahraga panjat tebing dan pengembangan atlet usia muda nasional di Indonesia.
Kompetisi tersebut turut memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat melalui keterlibatan atlet, pelatih, keluarga, komunitas olahraga, serta masyarakat dalam suasana pertandingan yang semarak akhir.
Usai upacara penutupan, Pangdam IV/Diponegoro bersama Ketua Persit KCK PD IV/Diponegoro menyerahkan Piala Panglima TNI kepada para peraih podium juara kategori masing-masing tersebut.
Selain trofi, para juara kategori U-13 dan U-15 putra maupun putri juga menerima dana pembinaan dari penyelenggara kejuaraan pada penutupan nasional berkelanjutan.
Pangdam IV/Diponegoro kemudian menyempatkan diri menyaksikan babak kualifikasi kategori U-17 sebagai bentuk perhatian terhadap pembinaan atlet panjat tebing usia muda nasional secara berkelanjutan.
“Pembinaan atlet usia muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan prestasi panjat tebing nasional,” tercermin melalui perhatian Pangdam selama pertandingan berlangsung secara nyata.
Suasana Stadion Mandala Krida menjadi ruang bertemunya semangat kompetisi, sportivitas, dan dukungan masyarakat terhadap perkembangan olahraga panjat tebing Indonesia secara positif dan berkelanjutan.
Berakhirnya turnamen bukan sekadar penutup pertandingan, tetapi menjadi momentum untuk melanjutkan latihan dan pembinaan menuju prestasi lebih tinggi ke depan secara konsisten nasional.
Dari dinding panjat Stadion Mandala Krida, semangat para atlet diharapkan terus tumbuh menjadi energi positif bagi olahraga nasional Indonesia masa depan mendatang Indonesia.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika, Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, dan Kabinda DIY Brigjen TNI Firyawan hadir.
Wakapolda DIY Brigjen Pol Eddy Djunaedi, Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, pejabat Kodam, para Dandim, serta jajaran Korem turut hadir menyaksikan langsung.
Pengurus FPTI DIY, perwakilan BPO Dikpora DIY, Persit KCK, serta tamu undangan lainnya turut menyaksikan penutupan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai secara langsung.(waw)






