Perangi Bullying, Disdikpora Yogyakarta Libatkan Sekolah dan Orang Tua dalam Pencegahan

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam menangani kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Penanganan tidak hanya berfokus pada penyelesaian kasus, tetapi juga memastikan pemulihan psikologis siswa melalui pendampingan dan layanan konseling agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi.

Hal tersebut disampaikan Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta, Mugi Suyatno saat di temui media usai jumpa pers Gerakan Reresik Sekolah, Jambore Pemuda Daerah, dan Gelar Pelajar Pemuda di Ruang Rapat Lantai 1 Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominfosan) Kota Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, dampak bullying tidak hanya memengaruhi prestasi akademik, tetapi juga kondisi psikologis siswa. Trauma yang dialami korban dapat menurunkan motivasi belajar, meningkatkan ketidakhadiran di sekolah, hingga berisiko membuat anak enggan melanjutkan pendidikan.

“Kalau bullying tidak diselesaikan, tentu akan berdampak pada semangat anak. Bisa berujung anak tidak masuk sekolah, kemudian muncul berbagai permasalahan lain. Jangan sampai kondisi itu justru merugikan masa depan anak,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap siswa, Disdikpora Kota Yogyakarta telah mengoptimalkan layanan pendampingan melalui Unit Layanan Disabilitas (ULD) di jenjang SD dan SMP. Mugi menegaskan, peran ULD tidak hanya menangani peserta didik penyandang disabilitas, tetapi juga memberikan layanan konseling bagi siswa yang menghadapi persoalan sosial maupun psikologis, termasuk korban bullying.

“ULD tidak hanya berbicara tentang disabilitas, tetapi juga memberikan konseling kepada pelajar yang mengalami kasus-kasus seperti bullying yang akhirnya melemahkan semangat anak untuk sekolah,” ungkapnya.

Disdikpora Kota Yogyakarta berharap seluruh satuan pendidikan terus memperkuat upaya pencegahan perundungan melalui pengawasan, edukasi, serta pendampingan yang melibatkan guru, orang tua, dan tenaga profesional. Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal. (Aga)

Berita Terkait

GAS FEST 2026 Siap Jadi Festival Musik Terbesar di Yogyakarta, Tipe-X hingga Dipha Barus Tampil
Bawa Misi Lestarikan Budaya, Duta DIY Siap Berlaga di Tingkat Nasional
Pemkot Yogyakarta Pastikan MPLS Berjalan Tertib dan Bebas Perploncoan
Bangun Jiwa Kepemimpinan, Jambore Pemuda Daerah 2026 Hadirkan Pemuda Berkarakter
Kajian Rutin, Penghulu KUA Mantrijeron Tekankan Moderasi Beragama Melalui Kitab Al-Adzkar
Yogyakarta Jadi Tuan Rumah Peluncuran Bekalista dan Pasar Rakyat UMi 2026, UMKM Kian Diperkuat
Koperasi Desa Merah Putih Kantongi Dukungan Pendanaan Rp240 Triliun, Ini Penjelasan Purbaya
Malioboro Kian Hijau, Wali Kota Yogyakarta Tambah Armada Becak Listrik

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:17 WIB

GAS FEST 2026 Siap Jadi Festival Musik Terbesar di Yogyakarta, Tipe-X hingga Dipha Barus Tampil

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:07 WIB

Perangi Bullying, Disdikpora Yogyakarta Libatkan Sekolah dan Orang Tua dalam Pencegahan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:54 WIB

Pemkot Yogyakarta Pastikan MPLS Berjalan Tertib dan Bebas Perploncoan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:40 WIB

Bangun Jiwa Kepemimpinan, Jambore Pemuda Daerah 2026 Hadirkan Pemuda Berkarakter

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:28 WIB

Kajian Rutin, Penghulu KUA Mantrijeron Tekankan Moderasi Beragama Melalui Kitab Al-Adzkar

Berita Terbaru