Dimyati Resmi Tutup MTQ XXIII Provinsi Banten, Kabupaten Tangerang Tampil Terbaik

Kamis, 9 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Achmad Dimyati Natakusumah  mendampingi perwakilan kafilah dan ofisial saat penyerahan piala bergilir pada penutupan MTQ XXIII Provinsi Banten di Halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Kota Serang

Achmad Dimyati Natakusumah mendampingi perwakilan kafilah dan ofisial saat penyerahan piala bergilir pada penutupan MTQ XXIII Provinsi Banten di Halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Kota Serang

JOGJAOKE.COM, Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah menutup Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Halaman Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (9/7/2026) malam. Juara umum diraih oleh Kafilah Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 04/DH/MTQ-XXIII/BTN/Kep./VII/2026 tentang Penetapan Peserta Terbaik, Juara Umum, dan Peringkat Kafilah Kabupaten/Kota menetapkan Kabupaten Tangerang ditetapkan sebagai Juara Umum MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 dengan perolehan nilai 759. Piala bergilir MTQ Provinsi Banten diserahkan langsung oleh Wagub Dimyati kepada Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid.

Dalam sambutannya, Dimyati mengatakan, penyelenggaraan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca Al-Quran, tetapi menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus membentuk generasi Qur’ani di Provinsi Banten.

“MTQ itu nuansanya ukhuwah Islamiyah. Kita berharap anak-anak kita, generasi ke depan, adalah generasi yang Qur’ani. Makanya peran ulama sangat penting,” ungkapnya.

Dikatakan, peran ulama menjadi sangat penting dalam membina dan mendidik generasi muda agar memiliki kecintaan terhadap Al-Quran di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan masuknya budaya asing.

“Peran ulama di sini yang paling utama adalah membina dan mendidik anak-anak kita menjadi anak-anak yang Qur’ani. Jangan sampai ke depan anak-anak kita tidak bisa membaca Al-Quran karena saking modernnya teknologi dan masuknya budaya asing,” katanya.

Dimyati menuturkan kolaborasi seluruh unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, ulama, pemangku kepentingan, hingga media, menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan pendidikan Al-Quran.

Selain itu, dirinya juga mendorong agar muatan lokal pendidikan Al-Qur’an dapat diterapkan di kabupaten/kota maupun di tingkat Provinsi Banten sebagai upaya memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an bagi generasi muda.

Dimyati juga mengajak seluruh kafilah untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuan. Menurutnya, semakin banyak penyelenggaraan festival dan kompetisi membaca Al-Qur’an akan semakin mendorong lahirnya qari dan qariah berprestasi.

“Kuncinya MTQ itu sebetulnya untuk melatih, untuk latihan. Maka perbanyak festival membaca Al-Qur’an. Semakin banyak festival, semakin banyak orang berlatih. Mudah-mudahan nanti MTQ nasional kita bisa lima besar,” ujarnya.

Selain menjadi syiar Islam, lanjut Dimyati, penyelenggaraan MTQ tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut bergeliat selama pelaksanaan MTQ.

“Dengan adanya MTQ kan hidup semua. Itulah mengapa kegiatan keagamaan diantaranya bisa membawa kemakmuran, juga kebahagiaan bersama dengan keluarga,” pungkasnya.

Sementara, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Nasional Muchlis M. Hanafi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Banten, LPTQ Provinsi Banten, dan seluruh masyarakat atas suksesnya penyelenggaraan MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026.

“Banten bukan hanya dikenal sebagai daerah religius dan kaya akan pesantren. Tetapi Banten juga merupakan salah satu pusat perkembangan keilmuan Islam di Nusantara,” ujarnya.

Menurut Muchlis, Banten telah melahirkan banyak ulama besar yang mengabdikan hidupnya untuk Al-Qur’an, ilmu pengetahuan, dan kemaslahatan umat, di antaranya Syekh Nawawi Al-Bantani yang karya-karyanya hingga kini dipelajari di berbagai belahan dunia Islam.

Dirinya menilai Banten memiliki kekayaan yang tidak banyak dimiliki daerah lain, yakni tradisi sanad Al-Quran yang sangat kuat. Banyak ulama dan qari asal Banten yang memiliki mata rantai keilmuan Al-Quran yang bersambung dari guru kepada murid hingga Rasulullah SAW.

“Dalam tradisi Islam, sanad bukan sekadar rangkaian nama. Sanad adalah penjaga keaslian bacaan Al-Quran sekaligus jembatan spiritual yang menghubungkan generasi hari ini dengan generasi para sahabat Rasulullah SAW,” katanya.

Karena itu, menurut Muchlis, MTQ di Banten bukan hanya perlombaan membaca Al-Quran, tetapi juga menjadi ikhtiar merawat warisan para ulama, menjaga kesinambungan bacaan yang sahih, adab terhadap Al-Quran, serta tradisi keilmuan yang telah diwariskan selama berabad-abad.

“MTQ melahirkan juara, sedangkan tradisi sanad Al-Quran melahirkan pewaris Al-Quran. Banten, alhamdulillah, memiliki keduanya,” jelasnya.

Dalam laporannya, Ketua Dewan Hakim MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten KH. E. Syibli Syarjaya membacakan Surat Keputusan Dewan Hakim Nomor 04/DH/MTQ-XXIII/BTN/Kep./VII/2026 tentang Penetapan Peserta Terbaik, Juara Umum, dan Peringkat Kafilah Kabupaten/Kota. Dewan hakim menetapkan Kabupaten Tangerang ditetapkan sebagai Juara Umum MTQ XXIII Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 dengan perolehan nilai 759.

Peringkat kedua diraih Kota Tangerang dengan nilai 614, disusul Kabupaten Serang di peringkat ketiga dengan nilai 549, Kota Tangerang Selatan di peringkat keempat dengan nilai 542, Kota Cilegon di peringkat kelima dengan nilai 199, Kabupaten Lebak di peringkat keenam dengan nilai 133, Kota Serang di peringkat ketujuh dengan nilai 90, dan Kabupaten Pandeglang di peringkat kedelapan dengan nilai 63. (gla)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

UMKM Banten Antusias Ikuti Bazar MTQ XXIII 2026, Stan Gratis Jadi Wadah Promosi Produk
AAIPI Banten Miliki Kepengurusan Baru, Wagub Dimyati Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Baik
Pemprov Banten Perkuat Peran Pesantren dalam Mencetak SDM Berilmu dan Berakhlak
Sunatan Massal Gratis Pendekar 08 Banten Jadi Bentuk Kepedulian Sosial, Wagub Dimyati Apresiasi
Sekda Deden Apriandhi Dorong Tindak Lanjut Aspirasi Masyarakat dari Hasil Reses DPRD Banten
Kunjungi Lapas Serang, Dirwatkeshab Dorong Peningkatan Kualitas Perawatan Warga Binaan
Gubernur Herman Deru: Kapolda Cup II Jadi Momentum Pembinaan Karakter Generasi Muda
Bentuk Kepedulian Pascakebakaran TPA Jatiwaringin, Perumdam TKR Fasilitasi Sambungan Air Gratis

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:50 WIB

UMKM Banten Antusias Ikuti Bazar MTQ XXIII 2026, Stan Gratis Jadi Wadah Promosi Produk

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:36 WIB

AAIPI Banten Miliki Kepengurusan Baru, Wagub Dimyati Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Baik

Kamis, 9 Juli 2026 - 19:10 WIB

Pemprov Banten Perkuat Peran Pesantren dalam Mencetak SDM Berilmu dan Berakhlak

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:01 WIB

Sunatan Massal Gratis Pendekar 08 Banten Jadi Bentuk Kepedulian Sosial, Wagub Dimyati Apresiasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 17:52 WIB

Sekda Deden Apriandhi Dorong Tindak Lanjut Aspirasi Masyarakat dari Hasil Reses DPRD Banten

Berita Terbaru