API Angkat Patung Mini Menjadi Karya Monumental yang Mengundang Decak Kagum

Jumat, 10 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Jogja – Yogyakarta kembali menjadi panggung seni rupa melalui pameran Mini Monumenta: Cemekel di Jogja Gallery mulai 8-14 Juli 2026 yang diinisiasi Asosiasi Pematung Indonesia menghadirkan gagasan segar bagi publik luas.

Pameran yang dikuratori Rain Rosidi tersebut mengajak masyarakat meninjau ulang makna monumentalitas.

“Ukuran bukan penentu kekuatan karya,” tegas kurator kepada publik.

Menurut Rain Rosidi, “Monumentalitas lahir dari gagasan, pengalaman ruang, serta kedalaman narasi,” bukan semata-mata dimensi fisik sebuah patung yang besar.

Istilah Jawa “cemekel” dipilih sebagai identitas pameran. “Artinya pas digenggam, dekat, intim, dan personal,” jelas penyelenggara kepada para pengunjung seni.

Seluruh karya dibatasi maksimal berukuran 27×27×27 sentimeter. “Batas ini bukan membelenggu kreativitas,” melainkan memancing keberanian menghadirkan gagasan yang semakin
‎padat bermakna.

API menegaskan para seniman tidak diminta mengecilkan karya monumental lama.

“Kami mendorong penciptaan karya baru sejak awal berskala kecil,” katanya.
‎Menurut penyelenggara, skala kecil justru menghadirkan pengalaman apresiasi lebih akrab.

“Penikmat dapat membangun hubungan emosional lebih dekat bersama karya,” ungkapnya lugas.

Patung-patung mini itu juga dinilai relevan mengisi ruang domestik, budaya visual kontemporer, desain kreatif, art toys, merchandise, hingga berbagai objek keseharian masyarakat.

“Pameran ini mengeksplorasi monumentalitas dalam ukuran kecil,” ujar panitia. Eksplorasi juga menyentuh ruang domestik, tekstur, material, serta praktik edisi terbatas artistik.

Puluhan pematung anggota API dari Jakarta, Yogyakarta, dan berbagai daerah Indonesia berpartisipasi.

“Keragaman perspektif memperkaya dialog seni patung nasional,” katanya bersama.

Proses penyelenggaraan diawali sosialisasi, diskusi, hingga pengembangan gagasan kolektif.

“Pameran ini menjadi ruang bertukar pemikiran,” ungkap panitia kepada peserta seluruh Indonesia.

Selain menikmati pameran, masyarakat diajak menyaksikan Battle Patung. “Publik dapat melihat langsung proses kreatif pematung merespons tema dan material,” jelas penyelenggara.

Pertunjukan tersebut memperlihatkan penciptaan patung secara spontan di hadapan pengunjung.

“Proses kreatif sama pentingnya dengan hasil akhirnya,” ujar salah seorang seniman.

Rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Sarasehan Mini Monumenta: Cemekel pada 14 Juli 2026.

“Forum ini mempertemukan seniman, kurator, akademisi, serta pemerhati seni,” katanya.

Sarasehan akan membahas perkembangan praktik patung kontemporer Indonesia.

“Skala kecil menyimpan peluang besar bagi distribusi, presentasi, dan apresiasi karya,” tutur narasumber.

Penyelenggaraan pameran merupakan kolaborasi API bersama Neo Sandya Project sebagai manajemen acara.

“Sinergi memperkuat jejaring seniman, kurator, kolektor, serta masyarakat,” tegas panitia.

Melalui Mini Monumenta: Cemekel, API berharap publik memahami bahwa “monumentalitas tidak bergantung ukuran, melainkan gagasan, pengalaman, dan kedekatan emosional” dalam setiap karya. (WAW)

Berita Terkait

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan
OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta
Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat
Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan
Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit
GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi
Ekonomi Digital Makin Beragam, Pemkot Yogyakarta Masukkan Kreator Konten dalam Pendataan UMKM
Pameran Batik Kontemporer Prawirotaman Angkat Karya dan Kreativitas Pembatik Muda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB