Dari Anak Panah hingga Sampah Botol, Celeban Punya Gebrakan

Sabtu, 3 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Bukan sekadar melepas anak panah. Dari Lapangan Harjo Tumar Celeban, Kelurahan Tahunan, energi generasi muda, tradisi Jawa, olahraga, hingga kepedulian lingkungan bertemu dalam satu arena.
‎
Gladen jemparingan yang digelar Minggu (27/9/2026) itu diikuti peserta usia pelajar. Sebagian peserta juga merupakan bagian dari program Jam Belajar Masyarakat (JBM).
‎
Lurah Tahunan Fatwa Fatikha mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi anak-anak mengisi waktu luang sekaligus mengenalkan potensi kampung wisata kepada masyarakat.
‎
“Adik-adik memanfaatkan waktu liburnya dengan melakukan gladen jemparingan,” kata Fatwa.
‎
Menurutnya, jemparingan bukan hanya olahraga tradisional. Kegiatan tersebut menjadi bagian pembinaan generasi muda sekaligus upaya menciptakan aktivitas positif bagi anak dan remaja.
‎
“Gladen jemparingan ini merupakan representasi dari atraksi kampung wisata,” ujarnya.
‎
Kegiatan tersebut bahkan digelar rutin tiga sampai empat kali setiap tahun. Fokus utamanya adalah pembinaan anak-anak usia sekolah melalui olahraga jemparingan.
‎
‎“Konsentrasi kami pembinaan anak-anak usia sekolah, sekaligus sebagai upaya mengurangi risiko kenakalan anak dan remaja,” kata Fatwa.
‎
Dari arena jemparingan itu, mimpi lebih besar pun mulai dibidik. Fatwa berharap Celeban melahirkan atlet yang mampu menembus level nasional hingga dunia.
‎
“Kedepan akan muncul atlet-atlet potensial dari Kampung Celeban, Kelurahan Tahunan, yang berkiprah di olahraga jemparingan maupun panahan,” tegasnya.
‎
Tak berhenti pada anak panah dan target sasaran, kegiatan tersebut juga membawa pesan kuat tentang lingkungan. Tempat latihan pun mendapat perhatian khusus.
‎
Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta Susanto Dwi Antoro hadir sekaligus menyerahkan dukungan berupa tempat sampah khusus botol plastik.
‎
Bantuan itu diarahkan untuk menjaga kebersihan lokasi latihan jemparingan di wilayah Celeban, sehingga kawasan tersebut semakin nyaman dan layak dikunjungi masyarakat.
‎
“Bantuan kotak botol bekas merupakan kepedulian terhadap tempat latihan jemparingan di wilayah Celeban Tahunan agar tetap bersih,” ujar Susanto.
‎
Menurut Susanto, tempat sampah tersebut tidak hanya menjadi fasilitas kebersihan. Botol plastik yang terkumpul dapat dipilah dan dikelola melalui Bank Sampah.
‎
Botol yang sebelumnya dianggap sampah bisa berubah menjadi sesuatu bernilai ekonomi setelah dikumpulkan, dipilah, dimanfaatkan, kemudian dijual kembali.
‎
“Dari hal sederhana, kita bisa menjaga kebersihan sekaligus menciptakan nilai ekonomi,” kata Susanto.
‎
Pesan tersebut menyatukan dua gerakan sekaligus: anak-anak berlatih membidik sasaran, sementara masyarakat belajar membidik peluang dari sampah yang selama ini terbuang.
‎
Arena jemparingan pun diharapkan tidak hanya menghasilkan atlet potensial. Lebih jauh, tempat tersebut dapat tumbuh menjadi ruang edukasi, budaya, olahraga, dan wisata.
‎
Fatwa berharap seluruh potensi wilayah Kelurahan Tahunan dapat dikolaborasikan sehingga kegiatan masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling memperkuat.
‎
“Harapan saya seluruh potensi yang ada di wilayah Tahunan agar terkolaborasi dengan baik,” kata Fatwa.
‎
Dari Celeban, pesan sederhana itu terasa kuat: tradisi tetap hidup, anak muda punya ruang berprestasi, sementara lingkungan dijaga bersama.
‎
Panah boleh melesat menuju sasaran. Namun pesan dari kegiatan ini jauh lebih luas: membangun generasi muda sekaligus mengubah sampah menjadi berkah.
‎
“Buang botol pada tempatnya, pilah sampahnya, dan jadikan sampah sebagai berkah,” menjadi pesan penting yang mengiringi aksi sosial tersebut.(waw)

Berita Terkait

Rayakan Milad Kedua, Prime UMY Hotel Bersihkan Malioboro Bersama Komunitas
‎Gekrafs DIY Gebrak Ekonomi Kreatif Jogja, Wawan Dorong Aksi Nyata
Komisi C DPRD DIY Dorong Infrastruktur Gunungkidul Makin Terintegrasi Berkelanjutan
Ahmad Syauqi Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi dan Solidaritas Warga
‎Milad Kedua Prime UMY Gebrak Aksi Sosial, Donor Darah Gratis
Listyo Sigit ke KSP, Guru Besar UMY Tekankan Mekanisme Kelembagaan Jaga Independensi Polri
Pakar Ekonomi UMY Soroti Risiko Fiskal Pengelolaan Utang Whoosh oleh Kemenkeu
Pakar UMY Ungkap Celah Tata Kelola di Balik Kasus Korupsi Pertanahan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Rayakan Milad Kedua, Prime UMY Hotel Bersihkan Malioboro Bersama Komunitas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:24 WIB

‎Gekrafs DIY Gebrak Ekonomi Kreatif Jogja, Wawan Dorong Aksi Nyata

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Komisi C DPRD DIY Dorong Infrastruktur Gunungkidul Makin Terintegrasi Berkelanjutan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Ahmad Syauqi Dorong Masjid Jadi Motor Ekonomi dan Solidaritas Warga

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:08 WIB

‎Milad Kedua Prime UMY Gebrak Aksi Sosial, Donor Darah Gratis

Berita Terbaru