Wamendagri Bima Arya Sebut Ketangguhan Kota Bergantung pada Kekuatan Sistem dan Tata Kelola

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Medan – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan, ketangguhan sebuah kota dalam menghadapi bencana ditentukan oleh kualitas sistem yang dibangun pemerintah daerah (Pemda). Untuk itu, Pemda perlu memperkuat sistem, kepemimpinan, kolaborasi, serta pemanfaatan data sebagai fondasi dalam mewujudkan kota yang tangguh menghadapi bencana.

Hal tersebut disampaikan Bima saat menjadi narasumber dalam sharing session bertema “Inspirasi Kota Tangguh” pada kegiatan Youth City Changers (YCC) dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Ballroom Kartini, Hotel Le Polonia, Medan, Minggu (28/6/2026).

“Bencana adalah ujian bagi sistem. Barang siapa kota yang pemimpinnya mampu membangun sistem, maka akan lebih tangguh terhadap bencana. Bencana juga adalah ujian bagi kebersamaan, kepemimpinan, komunikasi, dan pada akhirnya tentang data,” ujar Bima.

Bima menjelaskan, salah satu aspek yang masih perlu diperkuat di banyak daerah adalah perencanaan mitigasi bencana. Karena itu, Pemda perlu menjalin kolaborasi dengan para ahli kebencanaan agar setiap potensi risiko dapat dipetakan, diantisipasi, dan ditangani melalui langkah-langkah yang terencana.

Selain itu, Bima mengajak generasi muda untuk berperan aktif dalam penanganan bencana melalui pendekatan yang lebih menyeluruh. Menurutnya, keterlibatan masyarakat tidak hanya dibutuhkan dalam penyaluran bantuan, tetapi juga dalam memberikan pendampingan kepada kelompok rentan agar proses pemulihan berlangsung lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.

“Kondisi di lokasi pengungsian sering kali menyisakan persoalan yang luput dari perhatian. Trauma healing, konseling, preventif untuk kekerasan seksual dan pelecehan berbasis gender, itu sering kali enggak jadi bagian dari rehabilitasi bencana,” pungkasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

DPRD Diminta Jadi Motor Penguatan Tata Kelola SDA dan Kemandirian Fiskal Daerah
Mendagri Minta Kepala Daerah Siaga Penuh Menghadapi Dampak Fenomena El Nino
Atambua Tercatat dalam Sejarah Penerbangan Dunia, Mendagri Dorong Pelestarian Nilai Historis
Mendagri: Desa Adat Matabesi Berpotensi Menjadi Ikon Wisata Budaya di NTT
Ketua Harian Dekranas Ajak Perajin TTU Beralih ke Pewarna Alam Bernilai Ekonomi Tinggi
Tri Tito: Pelajar Sehat adalah Fondasi Menuju Generasi Emas Indonesia
Kunjungan ke TK Dharma Wanita, Ketum TP PKK Dorong Pengasuhan Berkualitas di Lingkungan Keluarga
Tarian Likurai Meriahkan Festival Fulan Fehan 2026, Perkuat Ikatan Masyarakat Lintas Batas

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 18:52 WIB

DPRD Diminta Jadi Motor Penguatan Tata Kelola SDA dan Kemandirian Fiskal Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 14:56 WIB

Mendagri Minta Kepala Daerah Siaga Penuh Menghadapi Dampak Fenomena El Nino

Minggu, 28 Juni 2026 - 16:27 WIB

Wamendagri Bima Arya Sebut Ketangguhan Kota Bergantung pada Kekuatan Sistem dan Tata Kelola

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WIB

Atambua Tercatat dalam Sejarah Penerbangan Dunia, Mendagri Dorong Pelestarian Nilai Historis

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:00 WIB

Mendagri: Desa Adat Matabesi Berpotensi Menjadi Ikon Wisata Budaya di NTT

Berita Terbaru