Wagub Dimyati Sebut Museum Sepeda Keliling Dunia Miliki Nilai Edukasi Tinggi

Minggu, 21 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Serang – Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan museum merupakan destinasi yang memiliki nilai edukasi dan sejarah. Museum dinilai dapat memperkaya objek wisata di Provinsi Banten sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Dimyati usai menghadiri acara Re-launching Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia di Jalan Pemuda, Karundang, Kota Serang, Sabtu (20/6/2026).

Menurutnya, museum sebagai bagian dari sektor pariwisata perlu dikembangkan. Selain wisata alam, wisata religi, dan wisata kuliner, museum menjadi daya tarik yang dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan museum ini bisa memberikan cakrawala dan apalagi hidup itu seperti roda sepeda, life is like riding bicycle, to keep balance you have to moving, jadi tetap harus bergerak dan harus hidup dan hidup seperti roda kehidupan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Museum Sepeda Pramuka Keliling Dunia, Wulida Putra mengatakan, kegiatan pembukaan museum merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kembali museum kepada masyarakat sebagai destinasi wisata edukasi. Di museum ini menyajikan dokumentasi perjalanan Fauna Sukma Prayoga yang mengelilingi dunia dengan sepeda yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

“Alhamdulillah, museum ini berjalan dengan baik, museum tempat wisata edukasi,” katanya.

Sebagai informasi, Fauna Sukma Prayoga melakukan perjalanan bersepeda keliling dunia sejak tahun 1985 hingga 1991. Perjalanan dimulai dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Serang pada 14 Agustus 1985. Perjalanan kemudian ke Sumatera, Singapura, Malaysia, Thailand, Birma, Bangladesh, India, Pakistan, Afghanistan kemudian ke Timur Tengah dan mendapatkan kesempatan masuk Kota Mekkah.

Pada 1988-1989, ia melanjutkan perjalanan menuju Afrika menyeberangi Laut Merah menggunakan kapal ke Somalia, lalu ke Mesir, Jordania, Suriah, Turki lalu ke Eropa Barat dan Eropa Timur. Pada tahun 1989-1990, perjalanannya dilanjutkan dari Inggris menuju Amerika, Kanada, Hawai, Jepang, Taiwan terus berlanjut hingga Benua Australia.

Lalu d 1990-1991, ia kembali ke Indonesia dengan membawa sejuta kenangan dan pengalaman, serta menginisiasi pembuatan museum sepeda di Nancang Cilik, Karundang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.(lsi)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Wagub Dimyati Ajak Santri Al Khanza Seimbangkan Ilmu Pengetahuan dan Akhlak
Wagub Dimyati Soroti Pentingnya Kolaborasi dalam Pengembangan Pariwisata Banten
Sarasehan KORMI Pandeglang Jadi Momentum Bangun Ekosistem Olahraga yang Inklusif dan Berkelanjutan
Gerakan Antar Anak Ambil Rapor Diikuti Sekda Deden, Wujudkan Kedekatan Orang Tua dan Anak
Wagub Dimyati Dukung Upaya Penguatan Kesadaran Hukum melalui Literasi
Kadispar Banten Hadiri Peresmian Monumen Butter Baby, Perkuat Daya Tarik Wisata
460 Bintara Remaja Resmi Bergabung di Satbrimob Polda Banten
Sensus Ekonomi 2026 Disambut Positif Kades Sindangheula

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:47 WIB

Wagub Dimyati Sebut Museum Sepeda Keliling Dunia Miliki Nilai Edukasi Tinggi

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:39 WIB

Wagub Dimyati Ajak Santri Al Khanza Seimbangkan Ilmu Pengetahuan dan Akhlak

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:32 WIB

Wagub Dimyati Soroti Pentingnya Kolaborasi dalam Pengembangan Pariwisata Banten

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:45 WIB

Sarasehan KORMI Pandeglang Jadi Momentum Bangun Ekosistem Olahraga yang Inklusif dan Berkelanjutan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:01 WIB

Gerakan Antar Anak Ambil Rapor Diikuti Sekda Deden, Wujudkan Kedekatan Orang Tua dan Anak

Berita Terbaru