‎Prof Edy Suandi Tegaskan Ekonomi Syariah DIY Bermanfaat bagi Semua

Rabu, 24 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – “Ekonomi syariah itu universal, bukan hanya untuk umat Islam,” tegas Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Ketua Umum Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY, dalam Talkshow Teras Kepatihan di Gedung Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta, Rabu (24/9).

‎Ia menambahkan, “Sistem ini aman, adil, dan memberi manfaat kompetitif bagi konsumen dan pelaku usaha.”

‎Acara bertema Pengembangan Ekonomi Syariah di DIY ini menghadirkan Muh. Ajrudin Akbar dari Komisi B DPRD DIY dan Eling Priswanto, Kepala Biro Perekonomian DIY, serta dipandu Artika Amelia dari RBTV.

‎Prof Edy memaparkan data konkret yang memperkuat optimisme.

‎“Mayoritas penduduk DIY, 92,3% dari 3,47 juta jiwa, menjadi basis pasar produk halal dan layanan keuangan syariah,” ujarnya.

‎Ia mencontohkan perkembangan pasar modal syariah yang kini meraih 6% investor nasional, atau 9.136 investor.

‎“Meski tren menggembirakan, literasi masyarakat tetap harus ditingkatkan agar penetrasi pasar modal syariah makin luas,” sambung mantan Ketua Forum Rektor Indonesia tersebut.

‎Ia juga menyoroti pertumbuhan kredit perbankan di DIY yang mencapai Rp63,24 triliun dengan pembiayaan UMKM Rp28,34 triliun atau 44,81% market share.

‎“Namun, Non-Performing Loan UMKM masih 6,34%, sehingga pendampingan intensif dan penguatan manajemen risiko sangat dibutuhkan,” katanya.

‎Prof Edy menekankan progres sertifikasi halal: “DIY mendapat 10.000 kuota sertifikasi halal gratis 2025, bagian dari 1 juta kuota nasional, dan ini harus dimanfaatkan pelaku UMKM makanan, minuman, serta fashion.”

‎Dari sisi kebijakan, Muh. Ajrudin Akbar menegaskan, “Regulasi dan fasilitasi pemerintah daerah sangat penting agar ekonomi syariah berkembang cepat.”

‎Sementara Eling Priswanto menambahkan, “Peran pemerintah adalah mengorkestrasi lembaga agar bersinergi.”

‎”Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah menjadi bukti komitmen integrasi program lintas sektor,” jelasnya.

‎Dengan data, kutipan, dan langkah kolaborasi ini, Prof Edy menutup paparannya, “Ekonomi syariah harus membuktikan diri sebagai sistem substansial, bukan sekadar branding.”

Berita Terkait

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti
Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial
KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul
Kebaya Satukan Bangsa, Pesonanya Makin Mendunia Lewat Perayaan Budaya
Konser GeMa Merah Putih Bangkitkan Semangat Kebangsaan Bersama
SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam Sungai Oya

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:39 WIB

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:36 WIB

Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:28 WIB

Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:07 WIB

KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:57 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB