‎HIMBARSI Kobarkan Semangat, Ekonomi Syariah DIY Siap Melaju 2026!

Rabu, 29 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (HIMBARSI) DPW DIY bersama Bank BPD DIY Syariah dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY menggelar “Sharia Economic Outlook 2026” di Hotel Tara Yogyakarta, Rabu (29/10/2025).
‎
‎Kegiatan bertema “Sustainability Perbankan Syariah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Nasional: Tantangan dan Peluang” dihadiri 14 BPRS se-DIY dan Magelang serta perwakilan OJK, Bank Indonesia, dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DIY.
‎
‎Ketua HIMBARSI DIY Kholid, S.Pd., M.M. menyebut kegiatan ini sebagai momentum memperkuat arah dan strategi perbankan syariah di tengah perubahan cepat.
‎
‎“Ini bukan sekadar forum ilmiah, tapi ruang refleksi dan aksi. Kita ingin BPRS semakin relevan menghadapi digitalisasi dan perubahan perilaku nasabah,” ujarnya.
‎
‎Senada, Agus Tri Murjanto, Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY, menilai perbankan syariah justru tumbuh tangguh.
‎
‎“Aset, pembiayaan, dan dana pihak ketiga menunjukkan tren positif. Optimisme ini harus dijaga dengan kolaborasi dan inovasi,” tegasnya.
‎
‎Dari sisi regulator, OJK DIY yang diwakili Kurnia Febra mengingatkan pentingnya akselerasi transformasi digital di lembaga keuangan syariah.
‎
‎“Digitalisasi bukan pilihan, tapi keniscayaan. Ini saatnya BPRS menjangkau masyarakat lebih luas dan memperkuat inklusi keuangan syariah,” katanya.
‎
‎Dalam kesempatan itu, juga dilakukan penandatanganan MoU antara Bank BPD DIY Syariah dan 14 BPRS se-DIY dan Magelang terkait kerja sama pengelolaan keuangan dan bantuan teknis, termasuk integrasi kanal pembayaran publik seperti PBB, PDAM, hingga SPP sekolah.
‎
‎Sementara itu, Prof. Dr. H. Edi Suandi Hamid, M.Ec., Ketua MES DIY sekaligus Rektor Universitas Widya Mataram, menegaskan bahwa keberlanjutan ekonomi syariah harus mencakup dimensi sosial dan spiritual.
‎
‎“Ekonomi syariah tidak hanya tentang profit, tapi juga keberkahan. Dalam ketidakpastian global, prinsip syariah adalah jangkar moral dan solusi ekonomi berkeadilan,” tandasnya.
‎
‎Acara ditutup dengan doa dan ramah tamah, meneguhkan semangat kolaborasi untuk menjadikan 2026 sebagai tahun percepatan pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

(waw)

Berita Terkait

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total
Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan
Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:07 WIB

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terbaru