Persit Kodim Wonosobo Tegaskan Didik Anak Harus Relevan Zaman

Kamis, 30 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Wonosobo – Pengajian rutin Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXVII Kodim 0707/Wonosobo berlangsung sarat makna dan refleksi diri.

‎Acara digelar di Aula Kodim, Rabu (30/10/2025), mengusung semangat menyesuaikan pola asuh dengan perkembangan zaman yang kian digital.

‎Penceramah H. Ahmad Ridho menekankan pentingnya memahami perubahan sosial dan psikologis anak modern.

‎“Berhentilah menyalahkan anak yang susah diatur, mungkin cara kita yang tertinggal,” tegasnya, disambut tepuk tangan dan anggukan antusias para peserta pengajian.

‎Ia menuturkan, mendidik anak bukan hanya tentang kepatuhan, tetapi tentang menanamkan makna.

‎“Kalau dulu cukup dengan perintah, kini anak perlu diajak bicara dan diberi alasan,” ujar Ridho.

‎Menurutnya, komunikasi adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan anak di era serba cepat.

‎Ketua Persit KCK Cabang XXVII Kodim 0707/Wonosobo, Ny. Fifih Yoyok Suyitno, menambahkan pesan spiritual dalam kegiatan tersebut.

‎“Mendidik anak bukan beban, tapi ibadah. Kita wajib memperbaiki diri agar bisa jadi teladan,” ujarnya dalam sambutan penuh semangat dan kehangatan.

‎Dalam tausiahnya, Ridho juga mengutip Surah At-Tahrim ayat 6 sebagai dasar tanggung jawab orang tua.

‎“Jaga diri dan keluargamu dari api neraka,” ucapnya mengingatkan.

‎Ia menegaskan, pendidikan keluarga harus berpijak pada iman dan akhlak, bukan sekadar disiplin atau aturan keras.

‎Ridho menyebut hasil riset Harvard University tahun 2022 yang menunjukkan pola asuh otoriter menurunkan empati anak.

‎“Sebaliknya, pendekatan dialog dan kolaborasi menumbuhkan tanggung jawab serta kepekaan sosial,” paparnya. Ia menilai, teladan lebih ampuh dari sekadar otoritas.

‎“Anak zaman sekarang bukan antiaturan, mereka hanya menolak otoritas tanpa makna,” lanjutnya.

‎Ia menegaskan, mendidik di era digital bukan membiarkan, melainkan menuntun dengan keteladanan dan empati agar anak tumbuh kritis, saleh, dan berakhlak.

‎Acara ditutup doa bersama dengan penuh haru dan refleksi. “Doa adalah senjata orang mukmin,” ujar Ridho.

‎Ia menutup dengan Surah Ibrahim ayat 40 sebagai pengingat: “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang mendirikan shalat.”

‎Pesan itu menjadi titik harapan bagi para ibu Persit—mendidik dengan cinta dan doa.

(waw)

Berita Terkait

Tribuana Manggala Bhakti Jadi Wujud Harmoni Agama dan Pelestarian Alam
Setyaji Hermawan Tegas Kawal Aspirasi Warga Demi Kesejahteraan Bersama
FH UWM Dorong Perdes Tepat, Warga Ngestiharjo Antusias Berdiskusi
Condongcatur Khidmat Rayakan Hari Jadi Sleman dengan Tirakatan Sederhana ‎
Santri Ibnul Qoyyim Bantul Tembus Konferensi Internasional, Bawa Nilai Pesantren Mendunia
PAC PPP Wirobrajan Panaskan Mesin Politik, Target Tambah Kursi Pemilu 2029
Afif Haniifan, Alumni Ibnul Qoyyim Tembus Forum Internasional, Harumkan Pesantren Indonesia Global
‎Nelayan Hilang Pantai Baru Ditemukan Tewas Setelah Pencarian Dramatis

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:32 WIB

Tribuana Manggala Bhakti Jadi Wujud Harmoni Agama dan Pelestarian Alam

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:20 WIB

Setyaji Hermawan Tegas Kawal Aspirasi Warga Demi Kesejahteraan Bersama

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:30 WIB

FH UWM Dorong Perdes Tepat, Warga Ngestiharjo Antusias Berdiskusi

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:26 WIB

Condongcatur Khidmat Rayakan Hari Jadi Sleman dengan Tirakatan Sederhana ‎

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:13 WIB

PAC PPP Wirobrajan Panaskan Mesin Politik, Target Tambah Kursi Pemilu 2029

Berita Terbaru