Diguyur Hujan Deras, Massa Rakyat Memanggil Tetap Menggema Keras

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎Sleman – Suasana Pertigaan Gejayan, Yogyakarta, Sabtu (13/6/2026) sore, dipenuhi semangat ratusan peserta aksi bertajuk “Rakyat Memanggil”. Meski hujan deras mengguyur kawasan tersebut, massa tetap bertahan menyampaikan aspirasi mereka.

Payung, jas hujan, hingga pakaian yang basah kuyup tak menyurutkan langkah para peserta untuk mengikuti jalannya aksi hingga sore hari.

Aksi yang digelar di salah satu titik ikonik penyampaian aspirasi di Yogyakarta itu menyoroti berbagai persoalan yang tengah menjadi perhatian publik.

Dalam berbagai orasi, massa menyampaikan kritik dan pandangan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kondisi ekonomi nasional, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga BBM, hingga kebijakan perpajakan yang dinilai berdampak terhadap pelaku UMKM.

“Cuaca bukan alasan untuk berhenti menyampaikan aspirasi. Kami datang karena ingin suara masyarakat didengar,” ujar salah seorang peserta aksi di sela kegiatan.

Massa juga terus meneriakkan tuntutan dan membentangkan berbagai spanduk yang berisi pesan-pesan kritik terhadap sejumlah kebijakan publik.

Guyuran hujan yang berlangsung cukup deras justru menjadi pemandangan yang menarik perhatian warga dan pengguna jalan di sekitar kawasan Gejayan.

“Semangat teman-teman luar biasa. Hujan deras tidak membuat mereka membubarkan diri,” kata seorang warga yang menyaksikan jalannya aksi dari tepi jalan.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, aparat kepolisian melakukan pengamanan di sejumlah titik sekaligus menerapkan rekayasa lalu lintas.

“Pengalihan arus dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan menjaga kelancaran kendaraan di sekitar lokasi aksi,” ujar petugas di lapangan.

Kendaraan dari arah utara dialihkan melalui Simpang Tiga Moses, sementara arus dari arah barat diarahkan menuju kawasan sekitar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Adapun kendaraan dari arah selatan memanfaatkan putaran balik di depan RRI Gejayan.

Hingga sore hari, aksi masih berlangsung dalam pengawasan aparat keamanan. Warga yang hendak melintasi kawasan Gejayan diimbau menggunakan jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.

Aksi “Rakyat Memanggil” menjadi gambaran bahwa semangat menyampaikan pendapat tetap hidup meski di tengah cuaca yang tidak menentu, sekaligus menunjukkan pentingnya pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar hak berekspresi serta kepentingan masyarakat dapat berjalan beriringan.(ADY)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru