Nasaruddin Umar Kagumi Muallimin, Tantang Santri Jadi Tokoh Bangsa

Minggu, 7 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengaku telah lama menyimpan keinginan untuk mengunjungi Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Keinginan itu akhirnya terwujud saat dirinya datang ke kampus utama Mu’allimin di Jalan S. Parman Nomor 58, Ketanggungan, Kota Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).

Bagi Nasaruddin, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kedinasan, melainkan juga perjalanan yang memiliki makna pribadi karena Mu’allimin merupakan madrasah tertua Muhammadiyah yang didirikan langsung oleh Ahmad Dahlan.

Di hadapan para santri, Nasaruddin menegaskan bahwa kesuksesan tidak pernah lahir secara instan.

“Belajarlah dari tokoh-tokoh besar. Tidak ada tokoh besar yang lahir tanpa perjuangan. Tidak ada ruginya menjadi orang yang disiplin dan menghargai waktu,” tegasnya.

Ia menilai perjalanan hidup para tokoh besar menjadi sumber pelajaran penting tentang kerja keras, kedisiplinan, dan kemampuan berpikir sistematis dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Menag juga mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan tidak cukup hanya ditopang kecerdasan intelektual. Menurutnya, ilmu yang benar-benar bermanfaat harus dibangun melalui kebersihan hati dan akhlak yang mulia.

“Setinggi apa pun pendidikan seseorang, jika tidak memiliki akhlakul karimah, maka ilmunya tidak akan membawa manfaat,” ujarnya.

Karena itu, para santri diminta terus memegang nilai-nilai keislaman seperti ikhlas, sabar, tawadhu’, dan istiqamah.

Nasaruddin memberikan apresiasi tinggi kepada Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang selama lebih dari satu abad telah melahirkan banyak tokoh bangsa. Ia berharap para siswa mampu meneladani jejak para pendahulunya.

“Mu’allimin telah melahirkan banyak kader dan pemimpin. Kalian harus percaya diri untuk menjadi generasi penerus yang memberi manfaat bagi umat dan bangsa,” pesannya.

Dalam kunjungan tersebut, Menag juga mengikuti buka puasa sunnah Kamis bersama jajaran pengurus Mu’allimin.

Pada kesempatan itu, ia menuliskan pesan khusus di notes wall untuk para siswa.

“Orang yang sibuk mencari kesalahan orang lain, pertanda masih harus belajar. Orang yang sudah berani menyalahkan dirinya, pertanda sudah mulai belajar. Orang yang tidak lagi menyalahkan dirinya dan orang lain, pertanda sudah selesai belajar, karena sudah arif,” tulis Nasaruddin.(WAW)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB