Dies Natalis ISI Yogyakarta Tegaskan Seni Lawan Dominasi Artificial Intelligence

Rabu, 27 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Bantul – Institut Seni Indonesia Yogyakarta menyiapkan peringatan Dies Natalis ke-42 sebagai momentum penting menegaskan kembali posisi kampus seni di tengah derasnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence.

Mengusung tema Redefining Arts Impact: Seni, Kemanusiaan dan Kreativitas di Era Artificial Intelligence, kampus seni ternama itu ingin menjadikan perayaan bukan sekadar seremoni, melainkan ruang refleksi, kolaborasi, hingga produksi pengetahuan lintas disiplin.

Rektor ISI Yogyakarta, Dr Irwandi, menegaskan bahwa perkembangan AI harus tetap dikendalikan oleh nilai kemanusiaan dan kebudayaan.

“Di tengah percepatan Artificial Intelligence, tugas kampus seni bukan hanya mengikuti teknologi, tetapi memastikan teknologi tetap berhubungan dengan rasa, pengalaman manusia dan nilai kebudayaan,” ungkapnya saat konferensi pers di Lobby Gedung Rektorat ISI Yogyakarta, Selasa (26/5/2026).

Menurut Irwandi, Dies Natalis ke-42 menjadi pengingat bahwa seni harus hadir sebagai kekuatan reflektif sekaligus kreatif di tengah perubahan zaman.

“Melalui Dies Natalis ke-42, ISI Yogyakarta ingin menjadikan seni sebagai ruang refleksi kritis sekaligus kekuatan kreatif yang memberi arah bagi masa depan yang lebih manusiawi,” tegasnya di hadapan jajaran wakil rektor dan para dekan kampus.

Tak hanya membahas AI, ISI Yogyakarta juga membuka ruang besar bagi generasi muda kreatif melalui Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri 2026.

Irwandi menekankan bahwa pendidikan seni tidak semata berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga membentuk karakter dan sensitivitas budaya mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa tumbuh sebagai insan kreatif yang matang secara keilmuan, kuat secara karakter, dan mampu membaca perubahan zaman tanpa kehilangan akar budaya,” katanya.

Ia menambahkan, Jalur Mandiri dirancang untuk menjaring talenta muda yang berani bereksperimen dan memiliki komitmen memajukan kebudayaan Indonesia.

“ISI Yogyakarta membuka ruang seluas-luasnya bagi talenta muda Indonesia yang memiliki kesungguhan berkarya, keberanian bereksperimen, dan semangat berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” paparnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Perencanaan, Dr Dewanto Sukistono, menjelaskan seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring mulai dari booking pendaftaran, pembayaran, pengisian formulir hingga unggah portofolio.

“Calon peserta harus memperhatikan jadwal, syarat portofolio, dan mekanisme seleksi karena data yang sudah dikirim bersifat permanen dan tidak dapat diubah,” jelasnya.

Rangkaian Dies Natalis berlangsung sejak 12 Mei hingga 30 Agustus 2026 dengan menghadirkan 21 agenda publik mulai seminar nasional, festival seni, konser musik, workshop, pameran seni rupa, pemutaran karya media rekam hingga pentas rakyat.

Salah satu agenda utama yakni Seminar Nasional bertajuk Dialektika Seni dan Artificial Intelligence dalam Rekonstruksi Nilai Estetika yang membahas dampak AI terhadap produksi dan distribusi karya seni.

Selain itu, berbagai kolaborasi internasional juga bakal meramaikan perayaan Dies Natalis ISI Yogyakarta.

Mulai dari International Djogja Earthsound Fest 2026, forum internasional seni rupa dan desain, hingga kolaborasi bersama musisi Uruguay Mariana Airaudo.

Puncak acara akan ditutup lewat Pentas Akbar dan Pesta Rakyat pada 29-30 Agustus 2026 yang melibatkan mahasiswa, alumni, pelaku UMKM hingga masyarakat sekitar kampus. (waw)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB