Kreativitas Tanpa Batas, Mahasiswa Teknik UMY Juarai Kompetisi Nasional Berkat Inovasi Beton

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto tim WERKUDARA UMY yang berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Beton Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara, Jakarta

Foto tim WERKUDARA UMY yang berhasil meraih juara 2 dalam Lomba Beton Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara, Jakarta

JOGJAOKE.COM, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim WERKUDARA dari Program Studi Teknik Sipil UMY berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Beton Nasional yang finalnya diselenggarakan oleh Universitas Tarumanagara pada 23 Mei 2026.

Tim WERKUDARA diketuai oleh Dewa Tri Puja bersama dua anggota lainnya, yakni Firman Maulan Ibrahim dan Rafif Ihsan Maulana. Ketiganya merupakan mahasiswa Teknik Sipil UMY angkatan 2024 yang dibimbing oleh dosen Teknik Sipil UMY, Hakas Prayuda, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dewa menjelaskan bahwa kompetisi tersebut bukan perjalanan singkat. Sebelum mencapai babak final, tim harus melewati berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, seleksi proposal, hingga pengujian sampel beton selama kurang lebih tujuh bulan persiapan.

“Rasanya sangat senang bisa mendapatkan Juara 2 dari perlombaan ini. Semua rasa lelah selama berbulan-bulan melakukan pengujian di laboratorium akhirnya terbayarkan,” ujarnya saat diwawancarai secara daring pada Selasa (26/5).

Ia mengungkapkan bahwa proses persiapan menjadi tantangan tersendiri bagi tim. Sejak Oktober 2025, mereka harus mencari material yang tepat, melakukan pengujian bahan, hingga berkali-kali mengalami kegagalan sebelum menemukan formula beton yang sesuai untuk dikompetisikan.

Tidak hanya itu, perjuangan mereka juga berlangsung di tengah padatnya aktivitas perkuliahan. Dewa bahkan menyebut laboratorium telah menjadi “rumah kedua” bagi timnya karena hampir setiap hari dihabiskan untuk membuat dan menguji sampel beton. Salah satu momen paling berkesan adalah ketika mereka harus membuat sampel beton saat bulan Ramadan, mulai pukul 00.00 hingga 05.00 WIB demi menghasilkan beton terbaik untuk dikirim ke Universitas Tarumanagara.

“Challenge terbesar saya sebagai ketua tim adalah mengatur anggota karena kami berasal dari kelas dan jadwal kuliah yang berbeda. Tapi alhamdulillah semuanya bisa dihadapi bersama,” katanya.

Dalam kompetisi tersebut, tim UMY membawa pengembangan inovasi bertajuk “Pemanfaatan Limbah Serat Sabut Kelapa (Cocofiber) pada Inovasi _Reactive Powder Fiber Concrete_”. Inovasi ini menjadi salah satu kekuatan utama tim karena memanfaatkan limbah ramah lingkungan untuk meningkatkan kualitas beton.

Menurut Dewa, keberhasilan tim tidak lepas dari kekompakan, kegigihan, serta semangat membawa nama baik kampus di ajang nasional. Meski harus bersaing dengan berbagai universitas besar di Indonesia, termasuk finalis dari Institut Teknologi Bandung (ITB), tim WERKUDARA tetap optimistis membawa pulang prestasi.

“Kami punya jargon sendiri, yaitu ‘Tak Gentar untuk Maju Sampai Membawa Piala ke Kampus Sang Surya’. Itu yang terus menguatkan kami selama perlombaan,” ungkapnya.

Dewa juga menyampaikan apresiasi kepada kampus dan Program Studi Teknik Sipil UMY atas dukungan penuh yang diberikan selama proses kompetisi. Menurutnya, fasilitas dan dukungan dari kampus membuat mahasiswa dapat lebih fokus mengembangkan prestasi tanpa terbebani persoalan biaya.

Ke depan, ia berharap inovasi yang dikembangkan timnya dapat terus disempurnakan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Ia juga berharap pencapaian tersebut mampu menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani berprestasi di berbagai bidang.

Dalam perlombaan ini, selain tim UMY yang berhasil meraih juara 2, juara 1 dan 3 diraih oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB). (lsi)

Sumber : Humas

Berita Terkait

Tak Cukup Pintar, Mahasiswa Harus Punya Mental Tangguh dan Kreativitas
Arah Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemerintah Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Keselamatan KAI Tak Bisa Lagi Sekadar Rutinitas Kerja
Kodim Wonosobo Genjot Latihan Menembak Demi Prajurit Makin Profesional
Dirbinmas Polda DIY Rangkul Relawan STAK Bahas Perlindungan Hukum
Tren Paylater dan Gaya Hidup Konsumtif Dinilai Bertentangan dengan Nilai Islam
FIFGROUP Distribusikan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
Rumah Dome Prambanan Mati Suri, Warga Berharap Wisata Bangkit Lagi

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:03 WIB

Kreativitas Tanpa Batas, Mahasiswa Teknik UMY Juarai Kompetisi Nasional Berkat Inovasi Beton

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:55 WIB

Tak Cukup Pintar, Mahasiswa Harus Punya Mental Tangguh dan Kreativitas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:48 WIB

Arah Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemerintah Dorong Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:05 WIB

Keselamatan KAI Tak Bisa Lagi Sekadar Rutinitas Kerja

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:31 WIB

Kodim Wonosobo Genjot Latihan Menembak Demi Prajurit Makin Profesional

Berita Terbaru