Pembimas Buddha DIY Sebut IWFP 2026 Jadi Simbol Perdamaian dan Toleransi

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beng an - bhikkhu dari Malaysia

Beng an - bhikkhu dari Malaysia

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Rombongan “Indonesia Walk for Peace 2026” akhirnya tiba di Kota Yogyakarta pada Minggu (25/5/2026). Kehadiran puluhan bhikkhu dari empat negara itu disambut hangat masyarakat dan pemerintah daerah dalam rangkaian kegiatan spiritual menyambut Hari Raya Waisak.

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Pandu Dinata, mengatakan rombongan bhikkhu sebelumnya diterima di kawasan Royal Ambarukmo sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kantor Gubernur DIY dan kawasan Malioboro.

“Hari ini tepat tanggal (25/5/26), hari pertama rombongan Indonesia Walk for Peace sampai di Kota Yogyakarta. Tadi diterima di sekitar Raya Ambarukmo, kemudian berjalan menuju kantor gubernur, dan nanti masyarakat juga akan menyambut di sekitar Malioboro,” ujar Pandu di sela kegiatan di Omah Gemati.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian Waisak, tetapi juga membawa pesan perdamaian dunia dan toleransi antarumat beragama. Ia mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Daerah DIY, baik tingkat provinsi maupun kota, yang membantu kelancaran acara mulai dari ambulans, relawan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jogja dan pemerintah daerah yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini dari berbagai sisi,” katanya.

Pandu menjelaskan, rombongan awal terdiri dari 58 bhikkhu. Namun, empat orang saat ini masih menjalani perawatan akibat cedera, sehingga tersisa 54 bhikkhu yang melanjutkan perjalanan kaki menuju Candi Borobudur.

Para peserta berasal dari empat negara, yakni Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Mereka berjalan lintas daerah sebagai simbol perdamaian dan refleksi spiritual menjelang puncak perayaan Waisak pada (31/5/26) mendatang di Candi Borobudur.

Selain agenda perjalanan, sejumlah kegiatan keagamaan juga akan digelar di Yogyakarta, termasuk pindapata di kawasan Malioboro yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB. Pandu mengimbau masyarakat yang ingin berdana agar memberikan makanan kering dan menjaga etika selama kegiatan berlangsung.

“Kami menghimbau masyarakat yang ingin berdana untuk tidak memberikan makanan yang cepat basi. Untuk kaum perempuan juga diharapkan tidak bersentuhan langsung dengan bhikkhu dan dapat menyerahkan dana melalui panitia atau pendamping,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila kegiatan tersebut sempat menimbulkan kepadatan lalu lintas di beberapa titik di Kota Yogyakarta.

“Kami berusaha semaksimal mungkin agar masyarakat yang melintas tidak terganggu. Semua diatur supaya tetap tertib, aman, nyaman, dan menjaga keharmonisan antarumat beragama,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu bhikkhu asal Malaysia, Bhikkhu Beng An, mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat Indonesia sepanjang perjalanan dari Bali hingga Yogyakarta. Ia menyebut antusiasme masyarakat menjadi pengalaman spiritual yang tidak terlupakan.

“Di Indonesia masyarakatnya sangat baik dan penuh perdamaian. Di setiap kota kami disambut dengan sangat meriah,” kata Beng An.

Ia menilai perjalanan panjang tersebut mengajarkan tentang kesabaran, kebersamaan, dan ketahanan hidup. Menurutnya, pengalaman berjalan kaki lintas kota menjadi pelajaran spiritual yang mendalam bagi para bhikkhu. (Aga)

Berita Terkait

Rumah Dome Prambanan Mati Suri, Warga Berharap Wisata Bangkit Lagi
Mahasiswa Unisa Yogyakarta Kolaborasi Akademisi Hong Kong Teliti Kampung Berkelanjutan
Hasto Wardoyo Apresiasi Kehadiran Tokoh Lintas Agama dalam Perayaan Waisak
Bhikkhu Lintas Negara Jalan Damai Sambut Waisak di Yogyakarta
Gerakan Minum Jamu Serentak UGM Bangkitkan Warisan Sehat Nusantara
Kota Yogyakarta Didorong Jadi Kota Wakaf Demi Kesejahteraan Warga
Kemenag Yogya Genjot SPI Demi Pertahankan Predikat WBBM Berintegritas
Loman Tawarkan Pengalaman Healing Berbasis Budaya dan Kesehatan di Yogyakarta

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 21:04 WIB

Rumah Dome Prambanan Mati Suri, Warga Berharap Wisata Bangkit Lagi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:57 WIB

Mahasiswa Unisa Yogyakarta Kolaborasi Akademisi Hong Kong Teliti Kampung Berkelanjutan

Senin, 25 Mei 2026 - 20:44 WIB

Hasto Wardoyo Apresiasi Kehadiran Tokoh Lintas Agama dalam Perayaan Waisak

Senin, 25 Mei 2026 - 20:40 WIB

Bhikkhu Lintas Negara Jalan Damai Sambut Waisak di Yogyakarta

Senin, 25 Mei 2026 - 15:49 WIB

Gerakan Minum Jamu Serentak UGM Bangkitkan Warisan Sehat Nusantara

Berita Terbaru