Aisyiyah Resmikan 116 Posbakum, Perempuan Rentan Kini Didampingi

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah meresmikan 116 Pos Bantuan Hukum (Posbakum) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dalam momentum Milad ke-109 ‘Aisyiyah.

‎Langkah ini disebut sebagai bentuk nyata keberpihakan organisasi perempuan Muhammadiyah terhadap masyarakat rentan, terutama perempuan dan anak yang kerap menjadi korban kekerasan maupun ketidakadilan hukum.

‎“Penguatan Posbakum menjadi bagian dari dakwah kemanusiaan yang diwujudkan melalui perlindungan hukum yang berkeadilan dan mudah diakses,” ujar Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam Jumpa Pers di SM Tower, Senin (18/5/2026).

‎Menurut Salmah, keberadaan Posbakum diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan hukum hingga tingkat desa dan kelurahan.

‎Ia menegaskan, perempuan dan anak sering kali berada dalam posisi lemah ketika menghadapi persoalan hukum maupun konflik sosial.

‎“Aisyiyah ingin memastikan kelompok rentan mendapat pendampingan dan perlindungan yang layak,” katanya.

‎Ia juga menilai penguatan layanan hukum menjadi bagian penting dalam membangun keadilan sosial di tengah masyarakat.

‎Selain meresmikan Posbakum, PP ‘Aisyiyah juga menggelar Konferensi dan Silaturahmi Nasional Ulama ‘Aisyiyah yang membahas berbagai persoalan perempuan dan kebangsaan.

‎Ketua Steering Committee, Siti ‘Aisyah, menyebut forum itu menjadi ruang strategis bagi ulama perempuan untuk menyuarakan perspektif keislaman yang moderat dan berkemajuan.

‎“Kegiatan ini menjadi medium bagi perempuan untuk mengambil keputusan terkait isu-isu perempuan yang selama ini sering ditentukan laki-laki,” ujarnya.

‎Berbagai isu sensitif turut dibahas dalam forum tersebut, mulai dari perkawinan anak, nikah siri, kesehatan reproduksi, hingga perlindungan perempuan dalam rumah tangga.

‎Siti ‘Aisyah mengatakan pembahasan itu penting agar perempuan memiliki panduan keagamaan yang berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan.

‎“Silatnas ini memperkuat peran ulama perempuan sebagai penggerak Islam yang inklusif, mencerdaskan, dan mencerahkan,” katanya.

‎PP ‘Aisyiyah berharap Milad ke-109 menjadi momentum memperluas gerakan dakwah kemanusiaan yang tidak hanya berbicara soal keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial nyata di masyarakat.

‎“Islam harus hadir membawa solusi bagi problem kemiskinan, kekerasan, dan ketimpangan,” tegas Salmah.

‎Ia menambahkan, penguatan Posbakum dan peran ulama perempuan menjadi langkah konkret membangun masyarakat yang lebih adil dan beradab. (waw)

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Sabtu, 25 Jul 2026 - 10:50 WIB