THR Tak Dibayar Penuh, Vendor Disdikpora Yogya Didesak Lunasi Cepat

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu korban yang di periksa Polda DIY (istimewa)

Salah satu korban yang di periksa Polda DIY (istimewa)

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Arus Bawah PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melontarkan desakan keras terkait dugaan pelanggaran hak pekerja outsourcing di lingkungan Disdikpora.
‎
Mereka memberi ultimatum tegas: pelunasan Tunjangan Hari Raya (THR) wajib diselesaikan dalam waktu 2×24 jam sejak pernyataan sikap dirilis.
‎
“Kami menerima aduan langsung dari pekerja. Hak THR mereka tidak dibayarkan penuh, ini jelas pelanggaran serius,” ujar Antonius Fokki Ardiyanto anggota Arus Bawah PDI-P.
‎
Ia menyebut nominal THR yang seharusnya diterima sebesar Rp 2.800.000 justru hanya dibayar sebagian, bahkan ada yang cuma menerima Rp 300.000 hingga Rp 1.500.000.
‎
Fokki menegaskan kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap vendor outsourcing di lingkungan Pemkot Yogyakarta.
‎
“Ini bukan sekadar kelalaian, tapi indikasi kuat adanya pelanggaran hak normatif pekerja. Pemerintah tidak boleh lepas tangan,” tegasnya.
‎
Arus Bawah PDIP pun menyatakan sikap tegas.
‎
“Kami mendesak vendor segera melunasi kekurangan THR seluruh pekerja terdampak. Batasnya jelas, 2×24 jam. Jika tidak, kami siap tempuh langkah hukum,” lanjut Fokki.
‎
Selain itu, mereka juga meminta Disdikpora melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja vendor.
‎
Tak berhenti di situ, kasus ini disebut berkaitan dengan temuan lain, yakni dugaan pemalsuan ijazah dalam rekrutmen tenaga satpam.
‎
“Ini bisa menjadi ‘kotak pandora’ persoalan ketenagakerjaan dan tata kelola vendor. Jangan sampai praktik seperti ini terus dibiarkan,” katanya.
‎
Sementara itu, dalam perkembangan lain, Arus Bawah PDIP juga menyoroti dugaan bermasalahnya sertifikasi satpam Garda Pratama yang melibatkan vendor yang sama di sejumlah dinas.
‎
“Ini bukan insiden tunggal, tapi berpotensi sistematis dan masif,” ujar Santoso yang juga anggota Arus Bawah PDI-P.
‎
Ia menambahkan, “Kami mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas hingga ke akar, serta mendesak audit menyeluruh agar tata kelola outsourcing di Pemkot Yogyakarta menjadi transparan dan berkeadilan.”(waw)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru