Prof. Sri Atmaja: Keselamatan Perkeretaapian Harus Dilihat sebagai Satu Sistem Utuh

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pakar Perkeretapian UMY, Prof. Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi

Pakar Perkeretapian UMY, Prof. Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi

JOGJAOKE.COM, Insiden tabrakan antara KRL _Commuter Line_ dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur beberapa waktu lalu kembali menyoroti pentingnya sistem keselamatan perkeretaapian di Indonesia. Menanggapi peristiwa tersebut, pakar perkeretaapian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Ir. Sri Atmaja Putra Jatining Nugraha Nasir Rosyidi, menegaskan pentingnya menunggu hasil investigasi resmi sebelum menarik kesimpulan.

Menurutnya, berbagai spekulasi yang berkembang di ruang publik sebaiknya tidak dijadikan dasar penilaian. Ia menekankan bahwa investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menjadi kunci untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan komprehensif.

Dalam perspektif keselamatan perkeretaapian, ia menjelaskan bahwa sistem di Indonesia sebenarnya telah memiliki landasan kuat melalui Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP) yang berbasis manajemen risiko dan perbaikan berkelanjutan. Regulasi tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 serta standar internasional seperti ISO 45001 dan ISO 31000.

Namun demikian, insiden di Bekasi Timur menjadi refleksi penting terkait implementasi sistem di lapangan. Ia menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek, mulai dari sistem persinyalan, komunikasi, kondisi jalur, hingga kepatuhan terhadap prosedur operasional oleh petugas.

“Keselamatan tidak bisa dilihat secara parsial. Ini adalah satu kesatuan sistem yang melibatkan prasarana, sarana, manusia, prosedur, hingga lingkungan eksternal,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis pencegahan _(prevention-oriented)_, bukan sekadar respons reaktif setelah kecelakaan terjadi. Pendekatan ini mencakup inspeksi rutin, penerapan sistem deteksi dini, serta penguatan sistem _fail-safe_ yang mampu mencegah kegagalan berujung kecelakaan.

Selain itu, kepadatan jalur kereta di wilayah Jabodetabek dengan _headway_ yang semakin pendek turut menjadi tantangan tersendiri. Kompleksitas ini menuntut sistem keselamatan yang lebih adaptif dan presisi.

Ia menegaskan bahwa hasil investigasi nantinya harus mampu mengungkap akar permasalahan _(root cause analysis),_ apakah disebabkan oleh faktor teknis, manusia, atau kegagalan sistemik yang saling berkaitan.

“Setiap kegagalan kecil dalam sistem keselamatan tidak boleh dianggap sepele, karena dapat memicu kegagalan yang lebih besar,” tegasnya.

Melalui peristiwa ini, ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menjadikannya sebagai pembelajaran untuk memperkuat sistem keselamatan perkeretaapian secara menyeluruh demi mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru