Penguatan Ekonomi Kreatif Jadi Kunci Pertumbuhan di Tengah Perubahan Pasar

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta, 24 April 2026* – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan pentingnya penguatan kewirausahaan berbasis inovasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam Entrepreneurs Leadership Conference (ELC) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) PT Universitas Gadjah Mada.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa perubahan perilaku pasar menuntut pegiat ekonomi kreatif bukan hanya menjual produk, tetapi mempunyai nilai, cerita dan pengalaman.

“Karena itu, pelaku UMKM tidak cukup bertahan, tetapi harus naik kelas melalui diferensiasi, digitalisasi, dan kolaborasi,” ujar Menteri Ekraf dalam ELC 2026 di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jumat (24/4).

Menteri Ekraf juga menjelaskan, kondisi ekonomi saat ini menyerupai paradoks, di mana pelaku usaha menghadapi tekanan berupa penurunan penjualan dan margin, di sisi lain peluang justru semakin terbuka melalui perkembangan platform digital. Situasi ini menuntut pelaku usaha untuk cepat beradaptasi dan mampu membaca perubahan perilaku pasar.

Transformasi ini mendorong pergeseran model bisnis dari sekadar menjual produk menjadi menciptakan nilai tambah. Dalam konteks ini, ekonomi kreatif hadir sebagai pendekatan baru yang menempatkan kreativitas dan inovasi sebagai fondasi utama pertumbuhan usaha.

Menteri Ekraf juga menilai sektor ekonomi kreatif semakin relevan bagi generasi muda, khususnya Gen Z, yang cenderung memilih pekerjaan fleksibel berbasis minat dan teknologi digital. Karakter ini menjadikan ekonomi kreatif sebagai sektor potensial dalam menyerap tenaga kerja sekaligus menjawab tantangan pengangguran.

Mengusung tema “Bertahan dan Tumbuh di Tengah Turunnya Tingkat Konsumsi Masyarakat: Peran Ekonomi Kreatif bagi UMKM Lokal di Tengah Adaptasi Digital”, ELC 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengembangan bisnis.

Dalam forum tersebut, para narasumber lintas kementerian sepakat bahwa penguatan UMKM tidak hanya bergantung pada inovasi produk, tetapi juga pada dukungan ekosistem yang mencakup digitalisasi, akses pembiayaan, serta kesiapan tenaga kerja yang selaras dengan perkembangan teknologi. Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan _hexahelix_ antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga keuangan dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif Indonesia.

Partisipasi lebih dari 400 peserta menunjukkan tingginya minat mahasiswa terhadap kewirausahaan, khususnya di sektor ekonomi kreatif. Selain mengikuti diskusi, peserta juga memanfaatkan forum ini untuk membangun jejaring dan memperkuat kesiapan sebagai pelaku usaha masa depan.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Gadjah Mada, Supriyadi, menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Kampus tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga ekosistem yang mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan kolaboratif,” ujarnya.

Ketua Umum HIPMI PT UGM, Aswin Hadyan, menegaskan bahwa ELC 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas kewirausahaan secara lebih terarah.

“Kami ingin mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memulai usaha, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis yang berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Kementerian Ekraf bersama Kementerian Komunikasi dan Digital menyerahkan penghargaan kepada UMKM terpilih atas inovasi dan kontribusinya dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Kementerian Ekraf memandang HIPMI PT UGM sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem kewirausahaan muda yang progresif. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif sebagai _the new engine of growth_ yang bertumpu pada inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Di tengah ketidakpastian global, yang akan bertahan bukan yang paling besar, tetapi yang paling adaptif,” tutup Menteri Ekraf.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam.(lsi)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga
Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil
‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro
‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga
Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam
Takmir NHK Borong Sawi, Petani dan Jamaah Bahagia
‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:35 WIB

‎Viral Aksi Gerombolan Debt Collector Bantul, Polisi Dalami Pengerusakan Rumah Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:07 WIB

Kodim Wonosobo Resmikan Jembatan Garuda, Buka Akses Majukan Desa Terpencil

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:48 WIB

‎Pemda Pastikan JLFR Tetap Meluncur, Pesepeda Bebas Melintas Malioboro

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:45 WIB

‎Bedah Film UWM Bongkar Tantangan Implementasi UU Pekerja Rumah Tangga

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:39 WIB

Ruwatan Ageng Bantul Doakan Keselamatan Bangsa dan Keseimbangan Alam

Berita Terbaru