Penguatan Transportasi, Pengelolaan Sampah, dan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Aglomerasi Jabodetabekpunjur

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Kab Tangerang – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyambut baik penguatan wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabekpunjur) yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang. Kolaborasi itu akan menghasilkan banyak kebijakan positif serta memperkuat kerja sama antardaerah.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Wawan Gunawan saat menghadiri acara diskusi Sustainable Aglo City Summit 2026 di Haris Hotel, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Kamis (23/6/2026).

Dalam diskusi itu dibahas berbagai persiapan seminar nasional yang menjadi tahapan kedua persiapan penguatan wilayah aglomerasi Jabodetabekpunjur yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 April 2026. Hadir Menko Pangan Zulkifli Hasan, Wamendagri Aria Bima, Ignasius Jonan serta sejumlah peneliti. Hadir pula seluruh perwakilan dari Provinsi Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.

Wawan mengatakan, ada tiga isu utama yang akan dibahas dalam forum tersebut. Pertama, penguatan transportasi publik, pengelolaan sampah serta ketahanan pangan.

“Secara teknis beberapa kerja sama sudah kita jalankan, seperti konektivitas transportasi publik antara Banten dengan Jakarta,” katanya.

Wawan meyakini, dengan penguatan wilayah aglomerasi yang berkelanjutan, akan muncul dampak positif terhadap percepatan pembangunan, aksesibilitas warga serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Apalagi nanti seluruh daerah di Banten terlibat aktif,” katanya.

Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja menilai, penguatan wilayah aglomerasi Jabodetabekpunjur sangat mendesak untuk diperkuat sehingga seluruh daerah mampu lebih maju dan memberikan dampak bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan nanti bisa dikembangkan, baik dari Pemprov Banten, DKI Jakarta maupun Jabar,” katanya.

Menurut Soma, penguatan wilayah aglomerasi ini sejatinya sudah dirancang Bappenas. Oleh karena itu, Pemkab Tangerang berinisiasi untuk memulainya dari wilayah Jabodetabekpunjur.

“Oleh karena itu saya minta semuanya aktif memberikan kontribusi berbagai pemikirannya,” katanya.

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Tradisi Seba Baduy 2026 Perkuat Sinergi Pelestarian Alam dan Pemerintah
Achmad Dimyati Natakusumah Tekankan Nilai Strategi dan Kesabaran dalam Turnamen Catur
Muslimat Nahdlatul Ulama Teguhkan Kemandirian dan Peradaban di Usia ke-80
Nilai Kearifan Lokal Kanekes Diangkat dalam Prosesi Seba Baduy di Banten
Ribuan Warga Ikuti Seba Baduy 2026, Pemprov Banten Dukung Kelestarian Adat
Ketua TP PKK Banten Dorong Edukasi dan Anti Diskriminasi terhadap Penderita HIV/AIDS
Sitandu Diproyeksikan Jadi Agroeduwisata, Ketua TP PKK Banten Apresiasi Potensinya
Ikuti SE Tito Karnavian, Pemprov Banten Siapkan Kebijakan Pajak Kendaraan Listrik

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 10:02 WIB

Tradisi Seba Baduy 2026 Perkuat Sinergi Pelestarian Alam dan Pemerintah

Sabtu, 25 April 2026 - 21:20 WIB

Achmad Dimyati Natakusumah Tekankan Nilai Strategi dan Kesabaran dalam Turnamen Catur

Sabtu, 25 April 2026 - 21:04 WIB

Muslimat Nahdlatul Ulama Teguhkan Kemandirian dan Peradaban di Usia ke-80

Sabtu, 25 April 2026 - 20:55 WIB

Nilai Kearifan Lokal Kanekes Diangkat dalam Prosesi Seba Baduy di Banten

Sabtu, 25 April 2026 - 08:51 WIB

Ribuan Warga Ikuti Seba Baduy 2026, Pemprov Banten Dukung Kelestarian Adat

Berita Terbaru