Melalui JPN Retrikal, Pemkot Yogyakarta Pastikan Pendidikan Aman dan Inklusif bagi Anak

Jumat, 6 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Program Jaminan Pendidikan Nasional (JPN) retrikal memberikan bantuan pendidikan bagi anak-anak yang putus sekolah, berisiko putus sekolah, serta korban kekerasan, termasuk kekerasan di lingkungan sekolah maupun rumah tangga.

Program ini dapat diakses dengan persyaratan yang relatif sederhana. Untuk anak yang berisiko putus sekolah, orang tua atau wali cukup melampirkan surat keterangan atau laporan dari satuan pendidikan yang menyatakan bahwa peserta didik tersebut berpotensi berhenti sekolah apabila tidak mendapatkan bantuan pembiayaan.

Sementara itu, bagi anak korban kekerasan, persyaratan utama adalah surat rekomendasi dari Organisasi Perangkat Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (OPD PPA). Surat tersebut diterbitkan setelah melalui proses penanganan, termasuk pembuatan berita acara dan asesmen, yang menyatakan bahwa anak benar-benar menjadi korban kekerasan.

Dalam praktiknya, anak korban kekerasan seperti bullying di sekolah atau kekerasan dalam rumah tangga dapat mengajukan mutasi sekolah sebagai bagian dari upaya pemulihan. Dalam kondisi tertentu, anak juga dapat ditempatkan di panti asuhan atau sekolah berasrama, setelah dilakukan penilaian oleh OPD PPA bahwa lingkungan sebelumnya tidak kondusif bagi perkembangan anak.

Melalui program JPN retrikal, biaya pendidikan dan fasilitas pendukung anak akan ditanggung sesuai ketentuan yang berlaku. Program ini bertujuan memastikan setiap anak tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak dan aman, sekaligus mencegah terjadinya putus sekolah akibat faktor ekonomi maupun kekerasan.

Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan bahwa JPN retrikal merupakan bagian dari komitmen daerah dalam menjamin akses pendidikan yang inklusif dan melindungi anak-anak dari dampak sosial yang dapat menghambat masa depan mereka. (Aga)

Berita Terkait

Ruzan & Vita Ajak Pendengar Menyusuri Nostalgia Cinta Lewat “Rayuanmu”
TNI Kukuhkan Pencak Silat Militer, Perkuat Tradisi Prajurit
Gempa Pacitan Mengguncang DIY, Trauma Kelam 2006 Kembali
Geopix Apresiasi Negara Hadir, Desak Transparansi Bandung Zoo
Dinkes Kota Yogyakarta Salurkan Vitamin A Gratis bagi Bayi dan Balita
‎UMY Genjot Guru PAUD Deteksi Dini Gangguan Perkembangan Anak
KAI Daop 6 Gandeng Basarnas, Keselamatan Lebaran Diperketat Serius Total
Musthafa Nilai IHSG Anjlok Akibat Saham Gorengan, Alarm Pengawasan Serius

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:29 WIB

Ruzan & Vita Ajak Pendengar Menyusuri Nostalgia Cinta Lewat “Rayuanmu”

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:35 WIB

TNI Kukuhkan Pencak Silat Militer, Perkuat Tradisi Prajurit

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:00 WIB

Gempa Pacitan Mengguncang DIY, Trauma Kelam 2006 Kembali

Jumat, 6 Februari 2026 - 07:47 WIB

Melalui JPN Retrikal, Pemkot Yogyakarta Pastikan Pendidikan Aman dan Inklusif bagi Anak

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:42 WIB

Geopix Apresiasi Negara Hadir, Desak Transparansi Bandung Zoo

Berita Terbaru