Alas Mentaok Kembali Jadi RTH, Pemkot Yogya Bangun Taman Sejarah di Kotagede

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta berencana mengembalikan jejak Alas Mentaok, kawasan yang dikenal sebagai cikal bakal berdirinya Kerajaan Mataram Islam, melalui pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) publik di Kotagede. RTH publik tersebut akan dibangun di Kampung Tegalgendu RW 11, Kelurahan Prenggan, Kotagede.

Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Rina Aryati Nugraha menjelaskan, RTH publik di Tegalgendu akan memiliki luas sekitar 800 meter persegi dan berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kota Yogyakarta. Pembangunan dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2026.

“RTH publik di Tegalgendu kami rancang dengan konsep Taman Mentaok, sebagai pengingat bahwa wilayah Kotagede dahulu berawal dari hutan mentaok,” ujar Rina, Kamis (8/1/2026).

Konsep taman tersebut mengedepankan unsur sejarah dan budaya Kotagede yang dikemas secara lebih modern. Dari sisi vegetasi, kawasan ini akan ditanami pohon mentaok yang dipadukan dengan berbagai jenis pohon dan tanaman lain. Selain itu, taman akan dilengkapi pendopo dan gazebo sebagai ruang aktivitas dan interaksi masyarakat.

Menurut Rina, kehadiran Taman Mentaok diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau, tetapi juga sebagai sarana edukasi sejarah bagi warga dan pengunjung. “RTH ini diharapkan dapat menunjang kawasan Kotagede, sekaligus menjadi ruang publik yang edukatif dan berkarakter,” katanya.

RTH publik Tegalgendu juga akan difungsikan sebagai lokasi pengolahan sampah organik kering, seperti daun-daunan. Untuk mendukung pengelolaan lingkungan, DLH Kota Yogyakarta akan membangun biopori memanjang di bawah jalur pedestrian agar fungsi resapan air tetap optimal tanpa mengurangi luasan RTH.

Pembangunan tahap awal RTH publik Tegalgendu dibiayai melalui APBD Kota Yogyakarta 2026 dengan pagu anggaran sekitar Rp 640 juta. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk penataan pedestrian dan pembangunan biopori sebagai kontribusi dalam penanganan persoalan sampah. Penataan lanjutan akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

Selain di Kotagede, Pemkot Yogyakarta juga merencanakan pembangunan taman lalu lintas di kawasan Nitikan. RTH publik di Nitikan memiliki luas sekitar 1.700 meter persegi dan berdiri di atas lahan milik pemkot, dengan anggaran sekitar Rp 1,65 miliar dari APBD.

Taman Lalu Lintas di Nitikan dibangun sebagai pengganti taman serupa di kawasan Terminal Giwangan yang akan ditata ulang. Pembangunan mencakup area taman lalu lintas, pendopo, serta ruang terbuka hijau yang dapat diakses masyarakat secara luas. (ihd)

Berita Terkait

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal
Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4
Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana
Polresta dan Pemkot Yogya Gelar Pangan Murah Jelang Nyepi dan Idulfitri
Wamira dan KKMP Disinergikan, Pemkot Yogya Perluas Distribusi Sembako dan Kendalikan Inflasi
Pemkot Yogya Buka Posko Konsultasi THR 2026, Layanan Daring hingga Mediasi Disiapkan

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 23:06 WIB

Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Selasa, 31 Maret 2026 - 22:41 WIB

Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen

Senin, 30 Maret 2026 - 17:01 WIB

Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal

Rabu, 25 Maret 2026 - 19:43 WIB

Wisata Lebaran 2026 Jogja Hampir Capai Target, Kunjungan Tembus 668.000 hingga H+4

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:30 WIB

Pemkot Yogya Salurkan Zakat dan Bantuan untuk Mahasiswa Korban Bencana

Berita Terbaru