JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Rumah yang semestinya menjadi tempat paling aman justru berubah menjadi sumber kecemasan bagi keluarga Agus Yani di Seyegan, Sleman.
Hingga Sabtu (30/5/2026), tercatat sudah 56 kali kebakaran misterius terjadi di rumah tersebut sejak pertama kali muncul pada 22 Mei 2026. Fenomena berulang tanpa penyebab pasti itu membuat keluarga dan warga sekitar terus diliputi tanda tanya besar.
Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan untuk menghentikan kemunculan api.
Dugaan awal mengarah pada kebocoran gas dari saluran septictank sehingga dilakukan perbaikan.
Namun hasilnya belum membuahkan jawaban.
“Setelah diperbaiki, api ternyata masih tetap muncul,” ungkap keluarga saat menceritakan rentetan kejadian yang terus berulang.
Peristiwa terbaru terjadi pada Sabtu dini hari. Sekitar pukul 01.51 WIB, api tiba-tiba muncul dan membakar sejumlah pakaian yang tergantung di beranda timur rumah.
Beruntung, keluarga yang masih berjaga langsung bergerak cepat. Pakaian segera diturunkan dan disiram air sehingga kobaran api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bagian lain rumah.
Belum hilang rasa panik, sekitar pukul 03.21 WIB api kembali muncul. Kali ini sebuah sofa rusak di halaman samping rumah menjadi sasaran. Sofa tersebut diketahui sudah beberapa kali menjadi titik munculnya api.
“Air, air, ambil yang di ember itu,” teriak H. Mutfiana, putri pemilik rumah, saat melihat kobaran mulai membesar.
Dengan beberapa guyuran air, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak menimbulkan kerusakan yang lebih luas.
Mutfiana mengatakan keluarganya kini hampir tidak pernah bisa tidur nyenyak.
“Kami harus terus berjaga setiap malam karena khawatir api muncul lagi,” ujarnya.
Kebakaran misterius itu diketahui telah terjadi di berbagai lokasi rumah, mulai kamar tidur, kamar mandi, ruang tamu, dapur, beranda, hingga halaman belakang.
Kondisi tersebut membuat seluruh anggota keluarga hidup dalam kecemasan berkepanjangan.
Fenomena langka ini kini menjadi perhatian serius banyak pihak. Pemerintah Kabupaten Sleman bersama sejumlah pakar dan akademisi dijadwalkan melakukan observasi langsung untuk mengungkap penyebabnya.
“Semua kemungkinan masih didalami, mulai dari gas metana, amonia, hidrogen sulfida, bahan kimia rumah tangga hingga kondisi instalasi listrik,” kata salah satu tim yang terlibat dalam investigasi.
Hingga kini belum ada kesimpulan resmi, sementara masyarakat menunggu hasil penelitian yang diharapkan mampu mengungkap misteri puluhan kebakaran yang menggemparkan Sleman tersebut.(waw)






