Yogyakarta Siapkan Pembangunan PSEL, Targetkan Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Senin, 13 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rancangan tempat pengolahan sampah terpadu yang disiapkan Pemda DIY. (Dok Pemda DIY)

Rancangan tempat pengolahan sampah terpadu yang disiapkan Pemda DIY. (Dok Pemda DIY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menyiapkan langkah koordinatif lintas kabupaten dan kota untuk mendukung pembangunan instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dirancang pemerintah pusat. Fasilitas ini ditargetkan mampu mengonversi sedikitnya 1.000 ton sampah per hari menjadi energi listrik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo, dihubungi di Yogyakarta, Senin (13/10/2025), menjelaskan bahwa kapasitas minimal tersebut memungkinkan dicapai melalui kerja sama antara tiga daerah di wilayah aglomerasi Yogyakarta Raya, yakni Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul.

“Untuk 1.000 ton itu kemungkinan masih bisa terjangkau dengan koordinasi lintas kota dan kabupaten. Dari Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta siap dengan kuota masing-masing,” ujarnya.

Menurut Kusno, koordinasi awal antardaerah sudah dimulai sejak tiga bulan lalu setelah pemerintah pusat menyampaikan rencana pembangunan fasilitas PSEL. Masing-masing pemerintah daerah kini tengah menyiapkan komitmen pasokan sampah sesuai kapasitas wilayah.

Apabila volume sampah dari tiga daerah itu belum mencukupi kebutuhan minimal, Pemda DIY membuka peluang kerja sama tambahan dengan dua kabupaten lain, yakni Kulon Progo dan Gunungkidul. “Kalau belum terpenuhi, kami masih membuka opsi kerja sama dengan daerah lain,” katanya.

TPST Piyungan

Lokasi yang tengah dikaji untuk proyek PSEL berada di kawasan eks proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul. “Yang ditinjau tim pusat itu di TPST Piyungan, di eks KPBU,” kata Kusno.

Meski demikian, pelaksanaan proyek PSEL masih menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat, termasuk terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) sebagai dasar hukum. “Kami menunggu kebijakan dari pemerintah pusat, termasuk Perpres-nya, karena sampai sekarang belum keluar,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemda DIY akan memfasilitasi penyusunan nota kesepahaman (MoU) antara tiga daerah aglomerasi Yogyakarta Raya untuk mengatur mekanisme kerja sama dan pembagian tanggung jawab.

Tak Gantikan TPS 3R

Kusno menegaskan, keberadaan PSEL nantinya tidak akan menggantikan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah berjalan di tingkat hulu, seperti Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R). Fasilitas PSEL akan difokuskan untuk mengolah sisa residu yang belum tertangani di tingkat tersebut.

“Kalau di TPS 3R di Kota Yogyakarta sudah berjalan baik, ya tetap jalan. Nanti yang tidak terolah itu yang masuk ke PSEL,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyebut Yogyakarta Raya termasuk dalam tujuh wilayah potensial pembangunan PSEL hasil verifikasi nasional. Selain Yogyakarta Raya, enam wilayah lain yang ditetapkan adalah Denpasar Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Tangerang Raya, Medan Raya, dan Semarang Raya. (ihd)

Berita Terkait

Dari Pos Satpam ke Gelar Doktor: Perjalanan Agung Sulistyo Menembus Batas Pendidikan
UMY: Persaingan Tidak Setara dengan PTNBH Ancam Keberlangsungan PTS di Indonesia
UMY Desak Sanksi Tegas bagi PTNBH yang Langgar Batas Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri
Guru Besar UMY Desak Evaluasi Kebijakan Energi dan Subsidi BBM Non-Industri
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Guru Besar UMY Soroti Risiko Gejolak Sosial
Pemprov Banten Tuntaskan 62 Ruas Jalan dan Satu Jembatan, Program Bang Andra Bawa Manfaat Nyata bagi Warga
Di Tengah Tantangan Global, PHM Perkuat Produksi Lewat Platform Keempat Sisi Nubi
Pemprov Banten Dukung Kasepuhan Cisungsang Sukseskan Seren Taun 2026

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:51 WIB

Dari Pos Satpam ke Gelar Doktor: Perjalanan Agung Sulistyo Menembus Batas Pendidikan

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:43 WIB

UMY: Persaingan Tidak Setara dengan PTNBH Ancam Keberlangsungan PTS di Indonesia

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:40 WIB

UMY Desak Sanksi Tegas bagi PTNBH yang Langgar Batas Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:34 WIB

Guru Besar UMY Desak Evaluasi Kebijakan Energi dan Subsidi BBM Non-Industri

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:25 WIB

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Guru Besar UMY Soroti Risiko Gejolak Sosial

Berita Terbaru

Jogja

STAK Yogyakarta Apresiasi Polri, Bedah Rumah dan Bansos

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:45 WIB