Warisan HB IX, Janma Limpad Seprapat Tamat Jadi Pedoman Kepemimpinan Modern

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JOGJA – Filosofi Jawa Janma Limpad Seprapat Tamat kembali disorot sebagai warisan kepemimpinan Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang semakin relevan di zaman modern kini.
‎
Ungkapan tersebut menggambarkan pemimpin yang mampu menangkap persoalan secara cepat, kemudian memahami arah, maksud, dan tujuan sebelum mengambil tindakan secara tepat dan bijak.
‎
Ketajaman itu bukan muncul karena merasa paling tahu, melainkan lahir dari kejernihan berpikir, kepekaan batin, dan pengalaman membaca situasi secara mendalam sebelum bertindak.
‎
Nilai tersebut melekat kuat pada sosok Bapak Pramuka Indonesia, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, yang dikenal berwawasan jauh dan penuh keteladanan hingga kini.
‎
Hal itu kembali disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat peluncuran buku Tahta, Darma, dan Karsa di Jakarta yang penuh makna.
‎Peluncuran buku berlangsung di
‎
Perpustakaan Nasional RI pada Kamis (13/8/2026), menghadirkan pembahasan tentang pemikiran, karya, serta keteladanan HB IX sepanjang sejarah kepemimpinan bangsa.
‎
Sri Sultan HB X menegaskan, “Keteladanan yang tidak diteruskan hanya akan menjadi kenangan, sedangkan keteladanan yang dihayati akan menjadi peradaban.”
‎
Pernyataan mempertegas pesan.
‎Buku karya Harto Juwono dan Anis Ilahi Wahdati itu tidak sekadar menyajikan biografi, tetapi merekam perjalanan pemikiran HB IX secara mendalam dan utuh.
‎
Pembahasan buku mencakup periode 1941 hingga 1961, sekaligus memperlihatkan perjuangan dan gagasan kepemimpinan yang tetap penting dipelajari generasi muda hingga kini generasi sekarang.
‎
Warisan tersebut dinilai dapat menjadi “kurikulum moral” agar generasi muda memiliki jangkar nilai ketika menghadapi perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan kompleks.
‎
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti turut menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai Dasa Darma Pramuka berbasis Pancasila untuk generasi muda hari ini.
‎
Menurut Abdul Mu’ti, Pramuka harus menjadi ruang pembentukan karakter, bukan sekadar aktivitas baris-berbaris, tepuk tangan, atau kegiatan seremonial belaka bagi peserta didik.
‎
Nilai kepanduan mencakup pengabdian tanpa pamrih, kehati-hatian, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan berpikir tajam menghadapi berbagai persoalan kehidupan secara bijak dan bertanggung jawab.
‎
Karena itu, Janma Limpad Seprapat Tamat menjadi pengingat bahwa pemimpin perlu memahami persoalan secara utuh sebelum mengambil keputusan yang berdampak luas bagi masyarakat.
‎
Di tengah derasnya arus digital, kemampuan berpikir jernih menjadi semakin penting agar keputusan tidak sekadar mengikuti informasi yang beredar tanpa pertimbangan matang bijaksana.
‎
Keteladanan HB IX menunjukkan bahwa kepemimpinan membutuhkan keberanian, ketenangan, kecermatan, serta orientasi pengabdian yang melampaui kepentingan pribadi dan kekuasaan semata bagi generasi mendatang. (waw)

Berita Terkait

Lestarikan Budaya Banten, Andra Soni Ingin Karnaval Panjang Mulud Digelar Berkelanjutan
Lapangan Warak Diserbu Sampah Liar, Warga Desak Tindakan Tegas
Sidang Reno Bongkar Dugaan Sewa TKD, Negara Rugi Rp1,74 Miliar
‎Gusti Prabu Bongkar Polemik Bolosego, Parkir Alkid Disorot Publik
‎Ribuan Pembatik Kepung Malioboro, Peserta Kalimantan Bongkar Pengalaman Pertamanya
Rayakan Milad Kedua, Prime UMY Hotel Bersihkan Malioboro Bersama Komunitas
‎Gekrafs DIY Gebrak Ekonomi Kreatif Jogja, Wawan Dorong Aksi Nyata
Komisi C DPRD DIY Dorong Infrastruktur Gunungkidul Makin Terintegrasi Berkelanjutan

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Lestarikan Budaya Banten, Andra Soni Ingin Karnaval Panjang Mulud Digelar Berkelanjutan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Lapangan Warak Diserbu Sampah Liar, Warga Desak Tindakan Tegas

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Sidang Reno Bongkar Dugaan Sewa TKD, Negara Rugi Rp1,74 Miliar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:31 WIB

‎Gusti Prabu Bongkar Polemik Bolosego, Parkir Alkid Disorot Publik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Rayakan Milad Kedua, Prime UMY Hotel Bersihkan Malioboro Bersama Komunitas

Berita Terbaru

Yogyakarta

Lapangan Warak Diserbu Sampah Liar, Warga Desak Tindakan Tegas

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:55 WIB

Yogyakarta

Sidang Reno Bongkar Dugaan Sewa TKD, Negara Rugi Rp1,74 Miliar

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:36 WIB