Wamendagri Bima Arya Soroti Pentingnya Big Data Real-Time untuk Kerja Sama Antardaerah

Rabu, 13 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Semarang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta para kepala daerah untuk meninggalkan pola rapat yang bersifat seremonial dan mulai berfokus pada eksekusi langsung program lintas sektor. Menurutnya, langkah progresif tersebut sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai persoalan konkret, seperti ketahanan pangan dan transisi energi secara cepat dan terukur.

“Forum-forum komunikasi kepala daerah sejak dulu sering kali hanya sebatas administratif dan seremonial yang tidak jalan, padahal saat ini kita butuh pendekatan sektoral yang progresif, langsung per-isu konkret, dan memiliki pembiayaan yang jelas,” ujarnya dalam kegiatan Rapat Kerja Gubernur (Rekergub) Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (MPU) 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (12/5/2026).

Ia menegaskan, tantangan yang dihadapi kepala daerah kini semakin kompleks di tengah ketidakpastian global. Terlebih, daerah juga diminta mengawal berbagai Program Strategis Nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi itu dinilai semakin menantang, terutama karena Indonesia tengah berpacu mengoptimalkan bonus demografi agar dapat keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah menuju visi Indonesia Emas 2045.

Untuk itu, Bima mendorong kepala daerah mengesampingkan ego sektoral yang selama ini menghambat kerja sama antardaerah, khususnya dalam distribusi pasokan pangan. Ia menekankan pentingnya penguasaan big data yang presisi dan real-time agar daerah dengan komoditas surplus dapat menopang wilayah lain yang mengalami kekurangan.

“Nah, ini masih menjadi tantangan kita membangun data yang real-time untuk Bapak-Ibu membuat keputusan mengambil kerja sama yang efektif. Daerah-daerah mana yang suplainya berlebih, daerah mana yang membutuhkan, kemudian apa saja yang bisa dikerjasamakan,” jelasnya.

Selain isu pangan, Bima juga menyoroti pentingnya percepatan transisi energi, khususnya dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Ia meminta seluruh kepala daerah memiliki pemahaman yang sama terhadap Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (SE Mendagri) tertanggal 22 April 2026 yang mengatur pembebasan penuh Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) bagi kendaraan listrik.

Menurutnya, meskipun kebijakan tersebut berpotensi menekan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam jangka pendek, manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar. Hal itu mulai dari efisiensi operasional, peningkatan kualitas udara, hingga penciptaan lapangan kerja baru di sektor energi hijau.

Bima juga mendorong kepala daerah untuk terus melahirkan inovasi dalam menggali potensi wilayah masing-masing guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak harus selalu diperoleh melalui kenaikan pajak, melainkan dapat diwujudkan melalui kreativitas dan optimalisasi potensi lokal.

“Banyak daerah yang sangat kreatif. Mereka bisa meningkatkan PAD dengan cara-cara yang sebetulnya biasa-biasa saja tapi ternyata dampaknya dahsyat. Ini kepala daerah yang kreatif, enggak hanya menaikkan pajak,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi selaku tuan rumah, Wakil Gubernur DI Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, Direktur Eksekutif MPU Suhajar Diantoro, serta Rektor IPDN Halilul Khairi bersama perwakilan pemerintah daerah anggota MPU lainnya.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Hibah Antardaerah Ditarget Tuntas Pekan Depan, Kasatgas PRR Tekankan Urgensi Pemulihan
Penanganan Pascabencana, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Penyaluran Tambahan TKD
Pemerintah dan Danantara Perkuat Sinergi untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN Soroti Peran Strategis Pertanahan
Kemendagri Desak Pemda Papua Tuntaskan Rencana Anggaran Dana Otsus dan Infrastruktur 2026
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Nasionalisme di Kalangan Mahasiswa
Kasatgas PRR: Pemulihan Pascabencana Harus Hadirkan Harapan bagi Penyintas
Menteri Ekraf Siapkan Tiga Program Strategis 2027 untuk Transformasi Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:56 WIB

Hibah Antardaerah Ditarget Tuntas Pekan Depan, Kasatgas PRR Tekankan Urgensi Pemulihan

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:47 WIB

Penanganan Pascabencana, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Penyaluran Tambahan TKD

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:57 WIB

Pemerintah dan Danantara Perkuat Sinergi untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:41 WIB

Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN Soroti Peran Strategis Pertanahan

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:47 WIB

Kemendagri Desak Pemda Papua Tuntaskan Rencana Anggaran Dana Otsus dan Infrastruktur 2026

Berita Terbaru