JOGJAOKE.COM, Kota Bekasi – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Ramadan di Masjid Al A’raaf, Kecamatan Mustika Jaya. Minggu (01/03). Dalam sambutannya, ia menyampaikan sejumlah pesan penting terkait kebersihan lingkungan, penanganan sampah, hingga peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga secara khusus menyanjung kebersihan dan penataan Masjid Al A’raaf yang dinilainya sangat baik. Ia mengapresiasi peran pengurus dan jamaah dalam menjaga kerapihan, kenyamanan, serta suasana yang kondusif bagi umat yang menjalankan ibadah.
“Masjid ini tertata dengan rapi dan bersih. Ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa rumah ibadah harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Saya mengapresiasi pengurus dan seluruh jamaah,” ujarnya.
Ia sampaikan komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk memulai perubahan dari hal mendasar, yakni kebersihan. Ia mendorong seluruh sekolah negeri untuk mendeklarasikan diri sebagai sekolah yang bersih dan bebas dari sampah.
“Kita mulai dari kebersihan. Sekolah negeri tidak ada yang kotor, kita deklarasikan bersama. Kesadaran itu harus dimulai dari diri sendiri,” tegasnya.
tidak hanya sekolah, Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi role model dalam menjaga lingkungan, dimulai dari tindakan kecil di rumah, sekolah, hingga tempat ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengungkapkan bahwa pada hari Senin mendatang akan dilakukan penandatanganan kerja sama pembangunan pembangkit tenaga listrik berbasis pengolahan sampah sebagai salah satu jawaban konkret atas persoalan sampah di Kota Bekasi.
Menurutnya, selama ini penanganan sampah masih menghadapi tantangan, termasuk penumpukan dan deposit sampah. Pemerintah Kota Bekasi pun telah menjalin kerja sama dengan pihak pabrik pengolahan sampah lama untuk mengurai permasalahan secara bertahap.
“Sampah yang menumpuk menjadi perhatian serius. Secara perlahan, sungai-sungai kita, dari Kali Asem sampai sepanjang jalan tol, tidak akan lagi hitam dan berbau menyengat. Targetnya, awal tahun 2028 satu pabrik pengolahan sampah sudah beroperasi penuh untuk menjawab persoalan sampah kita,” jelasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kanal media sosial resmi Wali Kota Bekasi sebagai jalur cepat koordinasi apabila membutuhkan fasilitas ambulans dalam kondisi darurat.
Lebih lanjut, ia turut berbagi pengalaman pribadi saat masih menjabat sebagai kepala dinas. Ia menceritakan bagaimana dahulu ambulans RSUD harus membayar hingga Rp2,5 juta untuk merujuk pasien ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, yang menurutnya sangat memilukan.
“Sebagai kepala dinas saja saat itu saya merasa pilu, apalagi warga. Ketika menjadi Wakil Wali Kota, kami mulai membenahi pelayanan tersebut agar masyarakat tidak lagi terbebani,” ungkapnya.
Kegiatan Tarawih Keliling ini untuk terus mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyampaikan program prioritas secara langsung. Wali Kota berharap, melalui semangat Ramadan, kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan pelayanan publik dapat terus tumbuh.
“Perubahan tidak bisa hanya dari pemerintah. Kita harus memupuk kesadaran dari diri sendiri dan menjadi contoh dalam tindakan nyata,” tutupnya. (nr)
Sumber : Diskominfostandi






