JJOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Hasil pemeringkatan yang diraih Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dalam UI GreenMetric Sustainable University Rankings 2026 mencatatkan pencapaian tertinggi pada kategori Education and Research. Skor yang diraih mencapai 98,1 persen dari nilai maksimum, menjadikannya kategori dengan capaian tertinggi di antara tujuh kategori penilaian tahun ini. Skor tersebut juga naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 95,1 persen.
Berdasarkan data resmi UI GreenMetric Sustainable University Ranking 2026, skor kategori Water Resources UMY naik dari 750 menjadi 900, sementara skor kategori Transportation naik dari 1.587,5 menjadi 1.600.
Adapun skor pada kategori lainnya, seperti Setting and Infrastructure tercatat capaian peningkatan menjadi 90,9% , Energy and Climate Change 86,3%, dan Waste 79,4%. Sementara itu, Governance and Digitalization sebagai indikator yang baru diperkenalkan tahun ini, mencatatkan skor 962,5 dari 1100 atau capaian 87,5%, sehingga total skor keseluruhan UMY sebesar 8.812,5 dari 10.000 atau 88,1%.
Wakil Rektor Bidang Reputasi, Kerjasama, dan Digital UMY, Prof. Ir. Slamet Riyadi, M.Sc., Ph.D., menyebut pencapaian peningkatan ini menunjukkan penguatan sustainability UMY dari sisi aktivitas digital, publikasi kegiatan akademik, hingga berbagai kegiatan lain yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kenaikan di semua kategori ini menunjukkan bahwa sustainability di UMY semakin kuat terutama terkait aktivitas digital, publikasi kegiatan akademik, dan aktivitas akademik UMY dalam mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Slamet saat diwawancarai pada Selasa (29/9).
Indikator Transportation Jadi Kekuatan Kompetitif
Salah satu aspek yang disoroti oleh Slamet adalah kategori Transportation, yang disebutnya sebagai kekuatan kompetitif UMY dibandingkan perguruan tinggi lain. Ia menyebut peringkat UMY pada indikator ini capaiannya 94,1% dibandingkan tahun sebelumnya dengan capaian 88,2%.
“Transportasi di UMY adalah salah satu competitive strength kita sebagai kampus berkelanjutan. Ini merupakan penilaian terhadap upaya kampus dalam memberikan layanan kepada para pengguna termasuk pejalan kaki dan penyandang disabilitas,” imbuhnya.
Fasilitas sepeda, transportasi bersama, dan upaya-upaya lain menjadi program UMY untuk memberikan kemudahan mobilitas yang lebih rendah emisi.
Indikator Penilaian Baru dan Tantangnnya
UI GreenMetric 2026 turut memperkenalkan kategori baru yaitu Governance and Digitalization. Kategori ini menilai tata kelola perguruan tinggi secara menyeluruh, termasuk pelaporan anggaran keuangan hingga penelitian dengan memanfaatkan teknologi informasi.
Slamet mengakui ketegori baru ini menjadi tantangan tersendiri bagi UMY karena baru pertama kali dinilai. Meski demikian, UMY berhasil mencatatkan skor 87,5 persen dari nilai maksimum pada kategori tersebut.
“UMY berkomitmen memperkuat pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung tata kelola tersebut, termasuk penggunaan sistem digital dalam memantau berbagai indikator keberlanjutan kampus,” pungkas Slamet.
Slamet juga menyebut bahwa skor 87,5 persen pada indikator Governance and Digitalization menjadi fondasi awal bagi UMY untuk terus memperkuat tata kelola berbasis digital ke depan. Ia menargetkan pengembangan sistem informasi berupa dashboard monitoring yang dapat mendukung pengambilan keputusan terkait keberlanjutan kampus secara lebih terintegrasi.
Menurutnya, penguatan pada kategori ini akan menjadi salah satu area strategis yang terus dikembangkan UMY pada tahun-tahun mendatang, seiring dengan komitmen universitas dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam tata kelola keberlanjutan kampus secara lebih menyeluruh. (lsi)
Sumber : Humas Umy






