TPST Condongcatur Bikin Pasar Kliwon Terkesan, Studi Tiru Kelola Sampah Berkelanjutan Modern

Jumat, 3 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎SLEMAN – Keberhasilan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat kembali menuai perhatian.
‎
Kali ini, Kecamatan Pasar Kliwon kliwon, Kota Surakarta, menjadikan TPST Condongcatur sebagai lokasi studi tiru untuk mempelajari tata kelola sampah dari hulu hingga hilir.
‎
Kegiatan bertajuk Sharing Bersama Tata Kelola Pengolahan Sampah Perkotaan itu berlangsung di Ruang Wacana Loka Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, dan diikuti 31 peserta yang dipimpin Sekretaris Kecamatan Pasar Kliwon, Suparno, S.Sos., M.M.
‎
Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Condongcatur, Budi Arto, S.IP., M.AP., menyambut langsung rombongan dan menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kalurahan Condongcatur sebagai tujuan pembelajaran.
‎
“Atas nama Pemerintah Kalurahan Condongcatur, saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu sekalian.
‎
Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tujuan kunjungan kerja dalam rangka saling belajar, bertukar pengalaman, serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan, “Melalui kunjungan ini kami berharap dapat saling berbagi praktik baik, bertukar ide dan inovasi, sehingga masing-masing daerah dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di bidang pengelolaan lingkungan.
‎
‎”Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar, mempererat hubungan antar daerah, serta menjadi inspirasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.”
‎
Sekretaris Kecamatan Pasar Kliwon, Suparno, menegaskan kunjungan tersebut merupakan upaya mencari referensi terbaik dalam menghadapi persoalan sampah perkotaan yang semakin kompleks.
‎
“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus ngangsu kawruh mengenai pengelolaan persampahan di Condongcatur.
‎
‎”Kami ingin mempelajari sejarah pengembangan TPST, inovasi, teknologi yang digunakan, tantangan yang telah dilalui, hingga strategi keberhasilan dalam pemilahan sampah dari sumber, tata kelola kelembagaan, penyusunan SOP, serta pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
‎
Menurutnya, pengalaman Condongcatur diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan di Pasar Kliwon.
‎
Materi utama dipaparkan Pengelola TPST Condongcatur sekaligus Dukuh Pringwulung, Sahid Fahrudin.
‎
Ia menjelaskan Kalurahan Condongcatur memiliki luas sekitar 950 hektare dengan jumlah penduduk mencapai 49 ribu jiwa yang didukung dua depo sampah, dua TPS 3R, serta 41 Bank Sampah dan Sedekah Sampah yang tergabung dalam Jejaring Pengelola Sampah Mandiri (JPSM) Condongcatur “Resik”.
‎
‎”Keberhasilan pengelolaan sampah dimulai dari pemilahan di tingkat rumah tangga. Sampah organik dimanfaatkan menjadi pakan ternak, pupuk organik cair, dan eco-enzyme, sedangkan sampah anorganik diolah menjadi RDF sebagai bahan bakar alternatif industri,” jelas Sahid.
‎
Tak hanya memaparkan konsep, Sahid juga menjelaskan sejarah berdirinya TPST Condongcatur, penguatan kelembagaan, penyusunan SOP, strategi pemberdayaan masyarakat hingga tantangan yang berhasil diatasi.
‎
Paparan tersebut disambut antusias peserta yang aktif mengajukan pertanyaan seputar sistem operasional, pembiayaan, pengembangan bank sampah, penggunaan teknologi, hingga strategi menjaga keberlanjutan program di tengah meningkatnya volume sampah perkotaan.
‎
Diskusi berlangsung dinamis dan menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah.
‎Usai sesi diskusi, rombongan meninjau langsung TPST Condongcatur di Padukuhan Pringwulung untuk melihat proses penerimaan, pemilahan, pengolahan hingga pemanfaatan hasil olahan sampah.
‎
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antardaerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, modern, dan berkelanjutan.
‎
TPST Condongcatur pun terus menegaskan posisinya sebagai pusat pembelajaran pengelolaan sampah yang memadukan partisipasi masyarakat, inovasi teknologi, penguatan kelembagaan, dan ekonomi sirkular menuju lingkungan yang bersih, sehat, serta lestari.(ady)

Berita Terkait

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Senin, 28 September 2026 - 15:39 WIB

Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎MBG Prasmanan Disorot, Siswa SD Jadi Pelayan Makanan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:40 WIB