Tenun Kebhinekaan Gaungkan Toleransi, KKI DIY Ajak Generasi Muda

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JOGJA – Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia (KKI) DPD DIY bersama DPC se-DIY menggelar forum budaya bertajuk “Tenun Kebinekaan: Hidup Damai Bersama dalam Perbedaan Agama dan Ragam Budaya Indonesia” dengan menghadirkan Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., di Lodji Paris, Jalan Parangtritis, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
‎
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog yang menegaskan pentingnya menjaga toleransi, persaudaraan, dan pelestarian budaya di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
‎
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa tema Tenun Kebhinekaan sengaja diangkat untuk memperkuat semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.
‎
“Tenun Kebhinekaan bukan sekadar slogan, tetapi nilai yang harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
‎
Ia menambahkan, “Perbedaan agama dan budaya adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama, bukan dipertentangkan.”
‎
Menurut Nasaruddin Umar, budaya dan agama sejatinya dapat berjalan beriringan dalam membangun masyarakat yang harmonis.
‎
Ia berharap kegiatan seperti ini mampu menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat, khususnya perempuan, untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kerukunan sosial.
‎
“Kami ingin kebaya dan kain tradisional menjadi simbol pemersatu bangsa,” katanya.
‎
Ketua DPD KKI DIY, Sita Damayanti, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia yang tetap santun dan selaras dengan nilai-nilai keagamaan.
‎
“Kami ingin memperkenalkan bahwa budaya kebaya tidak menutup kemungkinan bagi perempuan untuk tetap tampil sopan, rapi, dan santun.
‎
‎”Walaupun berkebaya, secara agama tetap sesuai dan mencerminkan nilai kesopanan,” ungkapnya.
‎
Sita menyebut peserta yang hadir berasal dari berbagai DPC KKI di DIY, mulai dari Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga Kota Yogyakarta.
‎
Selain itu, kegiatan juga melibatkan berbagai organisasi perempuan dan budaya seperti Perkisindo, WIPI (Wanita Industri Pariwisata Indonesia), serta sejumlah komunitas lainnya.
‎
“Kami ingin bersinergi dengan banyak pihak agar pesan toleransi, budaya, dan kebersamaan ini semakin luas diterima masyarakat,” katanya.
‎
Lebih lanjut, Sita menegaskan bahwa misi utama KKI adalah nguri-uri budaya kebaya agar tidak tergerus perkembangan zaman.
‎
“Nenek moyang dan leluhur kita selalu berkebaya. Kenapa sekarang kita tidak melestarikannya? Kebaya jangan sampai punah.
‎
Justru kita harus bangga karena kebaya kini menjadi warisan budaya yang dikenal dunia,” ujarnya.
‎
Ia juga menilai generasi muda perlu lebih banyak dikenalkan pada kebaya melalui sekolah maupun berbagai kegiatan edukatif.
‎
Sementara itu, istri mantan Bupati Bantul, Idham Samawi, menyambut positif penyelenggaraan forum tersebut.
‎
Menurutnya, kehadiran Menteri Agama memberikan pesan kuat tentang pentingnya toleransi dalam kehidupan berbangsa.
‎
“Apa yang disampaikan Pak Menteri sangat bagus. Kita diajak memahami toleransi dalam agama maupun budaya.
‎
Harapannya, ibu-ibu dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pegangan kita adalah Pancasila.
‎
Karena itu, jangan sampai perbedaan agama atau budaya menjadi alasan untuk bertentangan. Kita harus memiliki jiwa Pancasila,” tegasnya.(WAW)

Berita Terkait

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut
Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:41 WIB

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:37 WIB

Jawa Tengah

Ribuan Massa GPK Kepung Borobudur, Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:32 WIB

Yogyakarta

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:28 WIB