Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta kembali berjalan pada 2026 setelah sembilan unit baru dikukuhkan pada Februari lalu. (Dok Pemkot)

Program Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta kembali berjalan pada 2026 setelah sembilan unit baru dikukuhkan pada Februari lalu. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Program Sekolah Lansia di Kota Yogyakarta kembali berjalan pada 2026 setelah sembilan unit baru dikukuhkan pada Februari lalu. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota untuk mendorong kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Herristanti, menyampaikan bahwa pada tahun ini pemerintah kota mengelola total 11 Sekolah Lansia yang dibiayai melalui APBD. Rinciannya, sembilan Sekolah Lansia Standar 1 yang baru dibentuk pada 2026, serta masing-masing satu Sekolah Lansia Standar 2 dan Standar 3.

“Yang kami danai ada 11, terdiri dari 9 Sekolah Lansia Standar 1 yang baru di 2026, kemudian masing-masing satu untuk Standar 2 dan Standar 3,” ujar Herristanti, Kamis (2/4/2026).

Menurut dia, program Sekolah Lansia lahir sebagai respons atas dinamika demografi Kota Yogyakarta yang memiliki angka harapan hidup relatif tinggi, yakni sekitar 75,4 tahun, sekaligus jumlah penduduk lansia yang signifikan di kawasan perkotaan.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang. Pemerintah berharap lansia tidak hanya berumur panjang, tetapi juga memiliki kualitas hidup yang baik.

“Harapannya lansia tidak hanya panjang umur, tapi juga berkualitas—tetap sehat, mandiri, aktif, dan merasa berdaya,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan seluruh 45 kelurahan memiliki Sekolah Lansia. Namun, keterbatasan anggaran membuat pengembangan program ini perlu didorong melalui kolaborasi lintas sektor.

Pemkot membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi, sektor swasta, maupun masyarakat. Skema gotong royong dinilai menjadi solusi untuk memperluas jangkauan program, dengan catatan tetap mengikuti standar dan kurikulum yang telah ditetapkan, serta dijalankan minimal selama tiga tahun.

Herristanti menegaskan, pengembangan Sekolah Lansia tidak boleh sekadar bersifat simbolik. Setiap penyelenggara diminta menjaga kualitas program sesuai pedoman yang berlaku.

“Jangan hanya branding, tapi substansinya berbeda. Ini sudah ada kurikulum dan tahapan yang jelas,” ujarnya. (aga/ihd)

Berita Terkait

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting
WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah
Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 
Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda
Pemkot Yogya Batasi BBM Kendaraan Dinas, Anggaran Diproyeksikan Hemat hingga Rp4,7 Miliar
Pemkot Yogya Pastikan Tidak Ada PPPK Dirumahkan Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogya Pastikan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Meski Belanja Pegawai Lampaui 30 Persen
Pemkot Yogyakarta Jajaki WFH ASN, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 18:14 WIB

Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting

Jumat, 10 April 2026 - 16:32 WIB

WFH Perdana di Pemkot Yogyakarta Sepi Peminat, Hanya 2,8 Persen ASN Bekerja dari Rumah

Selasa, 7 April 2026 - 21:24 WIB

Targetkan Ada di 45 Kelurahan, Ini Alasan Pemkot Yogya Perbanyak Sekolah Lansia

Jumat, 3 April 2026 - 17:02 WIB

Pemkot Yogyakarta Raih Opini WTP ke-17 Berturut-turut dari BPK 

Kamis, 2 April 2026 - 19:42 WIB

Pemkot Yogya Batasi BBM Mobdin 5 Liter per Hari, Imbau ASN Naik Sepeda

Berita Terbaru

Sumatera Selatan

Sinergi Pemerintah dan Swasta, Jembatan Air Lawai B Kembali Dibangun

Jumat, 10 Apr 2026 - 19:53 WIB