Sultan Minta Perencanaan Proyek DPRD DIY Rp307 Miliar Lebih Cermat Demi Keselamatan Warga

Jumat, 17 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari kini mencapai progres 81,7 persen dengan pembangunan terus dikebut menjelang target penyelesaian akhir tahun mendatang.

‎Bangunan senilai Rp307 miliar itu tampil megah, sementara eskalator, lift, serta fasad putih khas Yogyakarta telah terpasang semakin rapi dan menarik.

Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau langsung proyek tersebut sambil memberikan berbagai catatan penting kepada pelaksana pembangunan dan jajaran terkait.

“Bangunan megah harus tetap mengutamakan keselamatan masyarakat,” pesan Sultan saat menyoroti berbagai detail konstruksi yang masih memerlukan penyempurnaan demi kenyamanan bersama.

Sultan mengingatkan material tangga berbahan marmer berpotensi licin sehingga membahayakan pengunjung, terutama perempuan bersepatu hak tinggi maupun kalangan lanjut usia.

“Kalau wanita memakai sepatu hak dan berkain, itu berbahaya,” tegas Sultan sambil meminta pemasangan handrail pada kedua sisi tangga segera dilakukan.

Menurut Sultan, fasilitas keselamatan bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan utama agar seluruh masyarakat merasa aman ketika mengakses seluruh area gedung tersebut.

Sultan juga menilai lengkungan bagian luar gedung masih terkesan kaku sehingga meminta sentuhan artistik agar tidak menyerupai benteng yang tertutup bagi rakyat.

“Gedung DPRD harus terasa terbuka dan ramah untuk masyarakat,” ujar Sultan, menekankan filosofi pelayanan publik melalui desain bangunan yang lebih bersahabat.

Perhatian Sultan juga tertuju pada ruang rapat dewan yang harus dirancang berdasarkan kebutuhan gerak manusia, bukan sekadar perhitungan kapasitas di atas kertas.

“Hitung ruangnya secara nyata agar semua nyaman bergerak,” pesan Sultan kepada tim perencana sekaligus memastikan fungsi ruangan benar-benar optimal nantinya.

Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono menjelaskan nilai proyek meningkat dari Rp293 miliar menjadi Rp307 miliar karena adanya penambahan fasilitas publik pendukung.

“Penambahan anggaran bukan akibat kenaikan harga material,” kata Yudi, melainkan pembangunan pedestrian selebar 1,8 meter serta pagar keliling kawasan gedung tersebut.

Yudi memastikan seluruh pengadaan fasilitas utama telah direncanakan lebih awal sehingga proyek tidak terdampak gejolak ekonomi maupun dinamika perdagangan global belakangan ini.

“Lift dan eskalator sudah kami siapkan sejak Desember 2025,” ujar Yudi, sehingga tidak terjadi pembengkakan biaya akibat kondisi ekonomi dunia berubah.

Gedung empat lantai lengkap dengan basemen itu diharapkan menjadi pusat kegiatan legislatif yang modern, aman, nyaman, serta semakin berpihak kepada masyarakat Yogyakarta.

“Kami menargetkan gedung mulai ditempati Januari hingga Februari 2027,” tutup Yudi, optimistis seluruh penyelesaian proyek berjalan sesuai rencana dan harapan masyarakat. (lsi)

Berita Terkait

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan
OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta
Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat
Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan
Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit
GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi
Ekonomi Digital Makin Beragam, Pemkot Yogyakarta Masukkan Kreator Konten dalam Pendataan UMKM
Pameran Batik Kontemporer Prawirotaman Angkat Karya dan Kreativitas Pembatik Muda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB