Sony Sonjaya Klaim Hanya Jalankan Perintah, Ajukan Status Justice Collaborator

Jumat, 5 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

Tersangka dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC).

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Tersangka dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dalam perkara yang tengah disidik Kejaksaan Agung. Melalui kuasa hukumnya, Sony menyatakan siap mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Penasihat hukum Sony, Krisna Murti, mengatakan pengajuan sebagai justice collaborator telah disampaikan kliennya kepada penyidik saat pemeriksaan di Kejaksaan Agung pada Kamis (4/6/2026). Keterangan tersebut juga telah dicantumkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Menurut Krisna, pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Senin (8/6/2026) untuk mengajukan permohonan status justice collaborator bagi Sony.

Ia menjelaskan, langkah tersebut diambil karena kliennya ingin memberikan keterangan secara utuh mengenai pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dalam perkara korupsi MBG. Sony juga ingin menegaskan bahwa dirinya bukan pihak yang merancang atau menjadi pelaku utama dalam dugaan tindak pidana tersebut.

Krisna menuturkan, selama proses penyidikan kliennya kerap dikaitkan sebagai pihak yang memperjualbelikan titik-titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, menurut pengakuan Sony, tuduhan tersebut tidak sepenuhnya tepat karena ia mengaku berada dalam tekanan dari pihak lain yang memiliki pengaruh.

Menurut dia, Sony berencana menyampaikan secara langsung dalam persidangan mengenai pihak-pihak yang disebutnya memiliki peran lebih besar dalam perkara tersebut. Kuasa hukum itu juga mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah nama yang akan diungkap kliennya pada proses hukum selanjutnya.

Meski demikian, Krisna belum bersedia membeberkan identitas pihak-pihak yang dimaksud. Ia hanya menyebut terdapat sejumlah tokoh yang akan dijelaskan Sony ketika perkara memasuki tahap persidangan.

Krisna menambahkan, dirinya terus mendampingi Sony sejak kliennya ditetapkan sebagai tersangka hingga menjalani penahanan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG yang saat ini masih didalami Kejaksaan Agung. (ihd)

Berita Terkait

Ketua Umum Pemuda Peduli Indonesia: Meski Berasal dari Besan KDM,Komjen Pol. Karyoto Dipandang sebagai Sosok Profesional yang Mengabdi untuk Negeri
Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ
IJP Dr Susilo Teguh R M. M.Si, Membuka Paneran Kartun Bertajuk Indonesia Ha Ha Hi Hi
Keamanan yang Memberi Rasa Aman
Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum
PN Jakarta Utara Gelar Sidang Perdana Praperadilan Kasus Gas Portable, LBH Peradi Profesional Ajukan Keberatan
Rakernas dan HUT ke 13 ASPRUMNAS, Bidik Bangun 50.000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
REKRUTMEN PEJABAT TIDAK BERBASIS KOMPETENSI DAN AKHLAKUL KARIMAH

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Ketua Umum Pemuda Peduli Indonesia: Meski Berasal dari Besan KDM,Komjen Pol. Karyoto Dipandang sebagai Sosok Profesional yang Mengabdi untuk Negeri

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:51 WIB

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:45 WIB

IJP Dr Susilo Teguh R M. M.Si, Membuka Paneran Kartun Bertajuk Indonesia Ha Ha Hi Hi

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:11 WIB

Keamanan yang Memberi Rasa Aman

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:40 WIB

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB