Situasi Kondusif Solo Raya Jadi Modal Penting Realisasi Program Pembangunan Daerah

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Surakarta – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) S. M. Mahendra Jaya memastikan wilayah Solo Raya, Provinsi Jawa Tengah (Jateng), kembali kondusif usai aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu.

Ia menegaskan, pemerintah daerah (Pemda) di Solo Raya telah mengimplementasikan arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian untuk menjaga dan menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat.

“Saya kemari untuk melihat langsung situasi di lapangan dan memastikan kepala daerah sudah melaksanakan 11 arahan Bapak Mendagri. Apa yang dilaporkan oleh Inspektur Daerah sudah sesuai dengan kondisi dan fakta yang ada. Karenanya, saya datang kemari bersama Inspektur Wilayah,” katanya dalam kegiatan Asistensi Monitoring dan Evaluasi Pasca-Aksi Unjuk Rasa di Wilayah Solo Raya yang berlangsung di Kantor Wali Kota Surakarta, Jateng, Kamis (11/9/2025).

Mahendra mengapresiasi kekompakan Kepala Daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Solo Raya, sebagaimana tergambar dari kehadiran Forkopimda Plus dalam pertemuan tersebut.

“Ini sangat luar biasa dan di luar ekspektasi saya. Hal ini yang menjadikan kondisi wilayah di Solo Raya menjadi sangat kondusif, selain adanya peran para tokoh masyarakat, segenap elemen masyarakat, dan warga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mahendra menekankan bahwa keamanan wilayah merupakan salah satu faktor kunci untuk merealisasikan program-program pembangunan yang sudah ditetapkan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Keamanan dan ekonomi ibarat mata uang yang memiliki dua sisi sangat terkait. Ekonomi tidak berjalan dengan baik jika tidak aman, sebaliknya jika situasi aman maka ekonomi akan berjalan baik, tumbuh, dan masyarakat akan semakin sejahtera,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mahendra menyampaikan Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, wilayah yang terbagi dalam tiga zona waktu, serta potensi sumber daya alam yang melimpah. Hal ini membuat banyak pakar memprediksi Indonesia akan menjadi negara kuat dengan ekonomi maju. Namun, ia mengingatkan bahwa hal tersebut sulit tercapai apabila situasi dalam negeri tidak aman.

Karena itu, kata dia, kekompakan Forkopimda serta peran aktif warga adalah kunci untuk menciptakan situasi yang aman. Hal ini juga selalu ditekankan Mendagri dalam berbagai kesempatan.

Sebagai informasi, dalam pertemuan tersebut hadir Danrem 074/Warastratama, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, pimpinan Forkopimda Plus se-Solo Raya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Sekda Kabupaten Karanganyar, Sekda Kabupaten Sukoharjo, Inspektur Kota Surakarta, serta pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemda se-Solo Raya.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tri Tito: Sinergi Pemda dan TP PKK Percepat Implementasi Program Prioritas
Mendagri: Pemda Harus Maksimalkan Potensi Kerajinan Daerah melalui Dekranasda
Puncak HKG PKK ke-54 Jadi Momentum Penguatan 10 Program Pokok PKK
Wamendagri Ribka Minta Pemda Optimalkan Peran TP PKK untuk Indonesia Emas 2045
Jajaki Kolaborasi Global, Kementerian Ekraf dan ALUMNAS Bahas Penguatan Ekraf
Kementerian Ekraf Gandeng Pemprov Jakarta Sukseskan WCCE 2026
Menteri Ekraf Dorong JWC Masuk Rangkaian WCCE
Resmikan Lima Bendungan Bersama Presiden, AHY Dorong Percepatan Swasembada Pangan, Air, dan Energi

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:18 WIB

Tri Tito: Sinergi Pemda dan TP PKK Percepat Implementasi Program Prioritas

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:11 WIB

Mendagri: Pemda Harus Maksimalkan Potensi Kerajinan Daerah melalui Dekranasda

Minggu, 12 Juli 2026 - 16:06 WIB

Puncak HKG PKK ke-54 Jadi Momentum Penguatan 10 Program Pokok PKK

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:26 WIB

Wamendagri Ribka Minta Pemda Optimalkan Peran TP PKK untuk Indonesia Emas 2045

Sabtu, 11 Juli 2026 - 09:18 WIB

Jajaki Kolaborasi Global, Kementerian Ekraf dan ALUMNAS Bahas Penguatan Ekraf

Berita Terbaru