Simpan Pinjam RW 45 Kayen Perkuat Ekonomi dan Guyub Warga ‎

Jumat, 8 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, SLEMAN — Semangat guyub rukun dan gotong royong warga Padukuhan Kayen, Condongcatur, Depok, Sleman terus tumbuh melalui kegiatan Simpan Pinjam RW 45 Kayen periode 2026–2029.

Program berbasis swadaya masyarakat itu tidak hanya menjadi wadah pengelolaan keuangan warga, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi lintas RW di wilayah Kayen.

Pertemuan rutin yang digelar Kamis malam, 7 Mei 2026, di Joglo Suratno berlangsung santai, nonformal, namun penuh keakraban.

Pertemuan tersebut tercatat sebagai agenda keempat sejak program berjalan. Warga tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan sambil bercengkerama dan bertukar informasi antar anggota.

Ketua Simpan Pinjam RW 45 Kayen, Untung Maryanto, S.Hut, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dibangun dengan konsep kekeluargaan agar warga semakin dekat satu sama lain.

“Kami ingin Simpan Pinjam RW 45 ini menjadi sarana kebersamaan warga. Tidak sekadar pinjam meminjam, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, guyub rukun, dan saling membantu antar warga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Humas Simpan Pinjam RW 45 Kayen, Wasana, SH. Menurutnya, suasana santai dan terbuka menjadi kekuatan utama kegiatan tersebut.

“Pertemuan dibuat santai dan terbuka agar semua anggota merasa nyaman. Bahkan warga dari lintas RW bisa saling mengenal lebih dekat sambil menikmati suasana kebersamaan di Joglo Suratno,” katanya.

Hingga 7 Mei 2026, jumlah anggota tercatat mencapai 97 orang yang berasal dari RW 43, RW 44, dan RW 45 Kayen Condongcatur.

Dalam mekanisme yang diterapkan, setiap anggota diwajibkan memiliki saham awal Rp500 ribu serta membayar iuran rutin Rp50 ribu.

Sementara itu, tabungan tambahan diberikan secara fleksibel sesuai kemampuan masing-masing anggota. Untuk peminjaman, biaya administrasi ditetapkan 2 persen dengan bunga tetap 1 persen.

Program simpan pinjam tersebut dirancang berjalan selama tiga tahun atau 30 kali pertemuan hingga masa tutup buku.

Setelah itu, pengurus akan menggelar pembagian hasil usaha kepada anggota sesuai kesepakatan bersama.

Menariknya, setiap pertemuan rutin juga selalu diwarnai sajian sederhana seperti wedang jeruk, kopi, teh, tape, hingga makanan ringan hasil donasi sukarela anggota.

Tradisi kecil itu justru menjadi simbol kuat kebersamaan warga Kayen dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis guyub rukun. (adr)

Berita Terkait

Ridho Al-Hamdi Kritik Sistem Proporsional Terbuka dalam Pemilu Indonesia
Pekan Budaya Lodji Paris Bangkitkan Kreativitas Generasi Muda Yogyakarta
Wacana Penghapusan Jejak Digital di RUU HAM Picu Perdebatan
Vesakha Sananda 2026 Hadirkan Perayaan Waisak Bernuansa Sosial, Lingkungan dan Budaya
JT Fest Malioboro Siap Guncang Yogya, Hasto Bidik Festival Nasional
‎Yuswanto Bongkar Strategi Human Capital Hadapi Gempuran Disrupsi AI Global
Galeri Ecoprint Yogyakarta Dibuka, Produk Ramah Lingkungan Siap Mendunia
Dosen Hukum UMY Minta Operator Lebih Terbuka soal Sistem Kuota Internet

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:23 WIB

Ridho Al-Hamdi Kritik Sistem Proporsional Terbuka dalam Pemilu Indonesia

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:57 WIB

Simpan Pinjam RW 45 Kayen Perkuat Ekonomi dan Guyub Warga ‎

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:43 WIB

Pekan Budaya Lodji Paris Bangkitkan Kreativitas Generasi Muda Yogyakarta

Jumat, 8 Mei 2026 - 09:19 WIB

Wacana Penghapusan Jejak Digital di RUU HAM Picu Perdebatan

Jumat, 8 Mei 2026 - 08:06 WIB

Vesakha Sananda 2026 Hadirkan Perayaan Waisak Bernuansa Sosial, Lingkungan dan Budaya

Berita Terbaru