Sah! UU PRT Disahkan, Hadiah Kartini untuk Keadilan Pekerja

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Elza Qorina Pangestika

Dosen Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Elza Qorina Pangestika

‎JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) menjadi undang-undang pada Selasa (21/4), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Pengesahan ini disebut sebagai langkah historis dalam sistem hukum ketenagakerjaan nasional sekaligus bentuk pengakuan negara terhadap pekerja domestik yang selama ini terpinggirkan.

“Ini momentum besar, bukan hanya simbolik, tapi juga perubahan nyata dalam hukum,” ujar salah satu sumber di parlemen.

Dosen Hukum Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Elza Qorina Pangestika, menegaskan bahwa momen ini memiliki makna ganda.

“Ini bukan sekadar pengesahan undang-undang biasa, tetapi titik temu antara perjuangan emansipasi perempuan dan pengakuan kerja domestik yang selama ini terpinggirkan,” katanya saat diwawancarai di Kampus Terpadu UWM.

Ia menilai, pengesahan pada Hari Kartini menjadi simbol kuat keberpihakan negara terhadap kelompok rentan.

Selama ini, pekerja rumah tangga belum mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.

Undang-Undang Ketenagakerjaan maupun aturan turunannya tidak secara eksplisit mengatur hubungan kerja PRT.

“Akibatnya terjadi kekosongan hukum, tidak ada standar upah, dan perlindungan terhadap kekerasan sangat lemah,” jelas Elza.

Ia menambahkan, kondisi ini telah berlangsung lama dan berdampak sistemik.
‎Lebih lanjut, Elza menyebut fenomena tersebut sebagai “invisibilitas normatif”.

“Mereka ada di hampir setiap rumah, tetapi tidak hadir secara utuh dalam hukum. Ini yang kita sebut sebagai invisibilitas normatif,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa pengesahan undang-undang ini merupakan bentuk pemenuhan hak konstitusional warga negara.

“Ini bukan sekadar pilihan kebijakan, tapi kewajiban negara,” ujarnya.

Perjalanan panjang RUU PRT juga menjadi sorotan. Sejak awal 2000-an, regulasi ini berulang kali masuk Program Legislasi Nasional namun tak kunjung disahkan.

“Lebih dari 20 tahun tertunda, banyak kepentingan politik yang menghambat, sementara kasus kekerasan terus terjadi di lapangan,” ungkap Elza.

Ia menyebut pengesahan ini sebagai kemenangan bagi para pekerja domestik dan pegiat advokasi.

Meski telah disahkan, tantangan implementasi masih membayangi.

“Undang-undang ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Tantangan terbesar adalah pengawasan di ruang privat tanpa melanggar privasi,” kata Elza.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan budaya hukum masyarakat.

“Selama relasi kerja masih timpang, perlindungan tidak akan efektif. Edukasi publik menjadi kunci,” pungkasnya. (andriyani)

Berita Terkait

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan
Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total
Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan
Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI
‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja
Workshop Smart Village UMY Dorong Transformasi Desa Berbasis Teknologi dan Tata Kelola
Dua Bulan Persiapan, Mahasiswa Teknik Sipil UMY Borong Tiga Penghargaan di Malaysia
Bendera Raksasa 481 Meter Siap Gegerkan Jogja Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:07 WIB

14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kolam Koi Picu Gejolak, Warga Sampangan Desak Ditutup Total

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Target 150 Ribu Siswa, Dosen UMY Ingatkan Pemerintah Soal Ketimpangan Pendidikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Malioboro Semarak Kirab Kebangsaan, Pesan Persatuan Menggema Jelang HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:49 WIB

‎FE UWM Cetak Lulusan Berintegritas, Berdampak di Dunia Kerja

Berita Terbaru

Yogyakarta

Danrem Pamungkas Dorong PKK Perkuat Ketahanan Keluarga DIY Kini

Senin, 24 Agu 2026 - 13:36 WIB

Konferensi Pers Jogja Book Fair, Senin (24/8/2026) (foto : Julius)

Yogyakarta

Jogja Book Fair 2026 Bongkar Memori Keistimewaan Lewat Arsip

Senin, 24 Agu 2026 - 13:30 WIB

Yogyakarta

UWM Bekali Warga Binaan Lapas Wirogunan dengan Literasi Hukum

Senin, 24 Agu 2026 - 13:00 WIB