Rumah Sakit Tanpa Dinding, Gagasan Layanan Kesehatan Inklusif Pemkot Yogyakarta

Kamis, 16 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Hasto saat menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-16 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Selasa (14/10/2025). (DOk Pemkot)

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Hasto saat menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-16 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Selasa (14/10/2025). (DOk Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menggagas konsep ‘rumah sakit tanpa dinding’, sebuah pendekatan baru dalam pelayanan kesehatan yang menempatkan tenaga medis langsung di tengah masyarakat.

Gagasan ini diharapkan mampu menjangkau kelompok warga yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan konvensional.

“Pelayanan kesehatan seharusnya tidak dibatasi oleh tembok. Kita harus hadir di tengah masyarakat, menjangkau mereka yang membutuhkan dan terbatas karena keadaan,” ujar Hasto saat menyampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis ke-16 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Selasa (14/10/2025).

Melalui konsep tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta berencana memperkuat kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran UKDW.

Salah satu bentuknya adalah program Satu Kampung Satu Tenaga Kesehatan, yang memungkinkan mahasiswa kedokteran melakukan magang lapangan dengan supervisi dokter puskesmas setempat.

Menurut Hasto, sinergi itu dapat menjadi langkah konkret menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif, humanis, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Rumah Sakit Tanpa Dinding saya kira bisa diwujudkan bersama. Calon dokter UKDW dapat berperan sebagai dokter jaga atau case manager di kampung-kampung,” katanya.

Ia menambahkan, terdapat tiga isu kesehatan utama yang menjadi prioritas penanganan di Yogyakarta, yakni penyakit menular (TBC dan HIV), stunting, serta kesehatan lansia, mental, dan lingkungan. Berdasarkan data Pemkot, saat ini terdapat 1.169 lansia jompo yang memerlukan perhatian khusus.

Hasto menilai, inovasi di sektor kesehatan harus dibarengi dengan reformasi pelayanan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. “Inovasi saja tidak cukup, harus ada reformasi yang mendobrak kebiasaan lama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill bagi tenaga kesehatan.

Menurut dia, kemampuan teknis harus diiringi empati dan kemampuan komunikasi yang baik agar pelayanan kesehatan tidak kehilangan sisi kemanusiaannya.

“Dokter yang baik bukan hanya yang ahli secara medis, tetapi juga yang mampu berempati dan menghargai pasiennya,” tutur Hasto.(ihd)

Berita Terkait

Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY
Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media
Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri
Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan
Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak
Pemkot Yogyakarta Siapkan Rp14,8 Miliar Perkuat Drainase Antisipasi Cuaca Ekstrem 2026
Beasiswa Mahasiswa Miskin Rp8 Juta per Tahun, Dorong Satu Keluarga Satu Sarjana
Usia Harapan Hidup Warga Tinggi, Pemkot Jogja Dorong Lansia Sehat dan Produktif

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:19 WIB

Ombudsman Beri Nilai 88,52, Kantor Pertanahan Kota Yogya Tertinggi ATR/BPN DIY

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:49 WIB

Studi Banding ke Jogja, DPRD Loteng Dalami Pola Kemitraan Pemda–Media

Selasa, 10 Februari 2026 - 23:34 WIB

Pasar Murah Digelar di 14 Kemantren, Pemkot Yogyakarta Kendalikan Harga Jelang Idulfitri

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:58 WIB

Satlinmas Garda Terdepan Ketertiban, Pemkot Yogya Dorong Peran Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:01 WIB

Waspada Ancaman PMK, Pemkot Yogya Gerak Cepat Vaksinasi Ternak

Berita Terbaru

Jogja

‎HUT 18 Gerindra, Kader Teguhkan Amanat Prof Suhardi

Kamis, 12 Feb 2026 - 23:09 WIB

Banten

Kamis, 12 Feb 2026 - 22:56 WIB